10.1 C
New York
Tuesday, March 5, 2024

Destinasi Wisata Samosir Ada Yang Ramai Ada Yang Sepi

Samosir, MISTAR.ID

Ketegasan sikap Pemkab Samosir untuk menutup atau melarang dibukanya kawasan wisata di daerah itu sepertinya menimbulkan tanda tanya di beberapa kalangan. Pasalnya, ada kawasan wisata yang dilarang dengan mengerahkan petugas penjaga, sementara di satu sisi ada ditemukan kawasan wisata yang justru pengunjungnya lumayan ramai.

Seperti di Pantai Pasir Putih Parbaba, misalnya, pemerintah menempatkan petugas untuk melarang sekaligus memantau pengunjung yang coba-coba masuk ke kawasan wisata itu. Bahkan petugas terlihat dengan tegas memerintahkan para pengunjung yang datang untuk segera putar kepala dan pulang ke tempat asalnya.

Pantauan Mistar, Senin (25/5/20), terlihat Petugas Pemungut Restribusi (PPR) berjaga di pintu masuk Pantai Pasir Putih Parbaba. Keberadaan mereka bukan untuk memungut restribusi masuk, melainkan memerintahkan pulang para wisatawan yang datang. Tak heran, kawasan wisata itu pun terlihat kosong melompong.

Baca juga : Dampak Covid-19 Objek Wisata Toba Terpuruk

“Kami ditugaskan pimpinan untuk menjaga pintu masuk, ini instruksi dari pimpinan, selama pandemi Covid-19 pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke objek-objek wisata di Samosir,” tukas Holmes Gultom, yang ditugaskan Dinas Pariwisata Pemkab Samosir.

Lanjut Holmes, walau sudah dijaga, tapi masih ada saja pengunjung yang lolos masuk dengan cara sembunyi-sembunyi dari jalan tak resmi.

“Maklumlah, kami yang jaga hanya dua orang saja di pintu utama ini. Tapi tak banyak, hanya beberapa orang saja yang lolos masuk ke pantai Pasir Putih Parbaba,” akunya.

Menangapi kawasan wisata yang boleh dan tidak boleh dimasuki? Petugas penjagaan itu mengaku hanya untuk menjaga objek wisata yang dikelola Pemkab, yaitu Pasir Putih Parbaba.

“Kalau yang dikelola swasta, saya kurang tahu,” ujarnya.

Sementara, pantauan Mistar di kawasan wisata lainnya di Samosir, masih ada ditemukan para pengunjung leluasa memasuki kawasan wisata daerah itu.

Salah satunya, objek wisata Pantai Sigurgur, di lokasi ini ditemukan sejumlah wisatawan lokal. Dan mobil yang parkir terlihat, diperkirakan mencapai 10 unit.

Di kawasan itu, Mistar bertemu dengan seorang pengelola wisata Pantai Pasir Putih Parbaba yang ditutup pemerintah karena ketatnya larangan. Nama pengusaha itu Mangoloi Sihaloho.

Kepada Mistar, Mangoloi Sihaloho mengatakan sengaja datang ke kawasan wisata Sigurgur untuk melihat dan membandingkan pengawasan dan pemberlakuan larangan menutup kawasan wisata di Samosir sebagaimana dikatakan pemerintah daerah.

Baca juga : Penumpang Anjlok 80 Persen Pelabuhan Tigaras Hampir Lumpuh

“Saya sengaja datang ke Sigurgur ini, untuk melihat dan membandingkan,” kata Sihaloho.

Setelah melihat kedaan lapangan, Sihaloho merasa bagaikan ada diskriminasi yang diberlakukan pemerintah dalam menegakkan peraturan larangan membuka usaha wisata tersebut.

“Kalau memang tidak dibolehkan karena alasan mencegah penyebaran Covid-19, kita sebagai pengusaha tidak keberatan. Tapi sebaiknya sama-sama dilarang saja, biar berkeadilan sosial,” ujarnya nada kesal.

Sementara, seorang pengelola objek wisata Sigurgur, Joly Sitanggang mengatakan, mereka tetap buka objek wisata di Sugurgur tapi dengan persyaratan, mereka tetap mengikuti anjuran anjuran pemerintah, agar tetap jaga jarak.(pangihutan/hm02)

Related Articles

Latest Articles