Antre 8 Jam di SPBU Dairi, Mobil Ambulans Gerindra yang Bawa Bantuan dari Medan ke Tapteng Tidak Dapat BBM

Mobil Ambulance Partai Gerindra di depan Kantor Kejari Dairi ikut jalur antrean BBM SPBU Batang Beruh Sidikalang. (Foto: Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Mobil ambulans berlogo Partai Gerindra dan gambar Presiden RI Prabowo Subianto, serta logo Sumatera Utara Bergiat, yang mengangkut sejumlah barang bantuan kemanusiaan ke Sorkam Tapanuli Tengah (Tapteng) terjebak antrean BBM mengular hingga tiga kilo meter lebih di SPBU Batang Beruh Sidikalang Kabupaten Dairi.
Novan Sinaga bersama tiga rekannya, berangkat dari Medan, Rabu (3/12/2025) mengangkut sejumlah bantuan kemanusian yang dikumpulkan mahasiswa Universitas Medan Area (UMA) tujuan ke Sorkam Tapteng menggunakan ambulans partai Gerindra.
Di sepanjang dalam perjalanan mulai dari Medan, Novan mengaku terjebak macet, terutama di lokasi SPBU. Bantuan mereka bawa mau ditujukan ke tempat yang belum disentuh bantuan setelah musibah banjir bandang tepat di salah satu daerah Sorkam.
"Akses komunikasi kesana sudah bisa bang, tapi kata mereka bantuan kemanusiaan belum pernah datang. Nah kita antre BBM dari jam 00.00 WIB tadi sampai pukul 08.00 WIB sekarang belum bergerak dari sini. Apa SPBU-nya belum buka, apa BBM kosong ya?" kata Novan di lokasi antrean tepatnya depan Kantor Kejaksaan Dairi ketika dihubungi mistar, Kamis (4/12/2025).
Erik Sihombing sopir dump truk pengangkut batu dari Dairi ke Tanjung Morawa, dengan nada lemas mengaku heran dengan situasi BBM langka. Erik tiba pukul 11.30 WIB Rabu (3/12/2025) di jalur antrean persis di depan Kantor Bupati Dairi, hingga pukul 08.30 WIB Kamis (4/12/2025) mobil belum bergerak.
Dituturkan Erik Sihombing, sejak BBM langka, dirinya sama sekali tidak ada penghasilan ke rumah. "Mirisnya, seluruh sopir dump truk pengangkut batu asal Dairi ke Tanjung Morawa menangis darah bang tak bergaji. Sebab sejak BBM langka di seluruh daerah sepanjang jalan, kami menempuh waktu 96 jam pulang pergi Dairi-Tanjung Morawa. Empat hari empat malam bang. Ini lagi antre, tidak tau dapat giliran tidak saya ini," tuturnya.
Pantauan mistar di lapangan, antrean dua arah di SPBU Batang Beruh Sidikalang mengular panjang hingga ke Simpang Empat sampai Simpang Salak, dan tidak sedikit pengendara mendorong kendaraan dalam keadaan mesin mati di jalur antrean menuju SPBU.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga tidak dapat memastikan sampai kapan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Kabupaten Dairi, kembali normal.
Ketidakpastian itu disampaikan Sales Branch Manager Pertamina sekaligus Corporate Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Vifki Leondo, pada rapat Pertamina dengan Pemerintah Kabupaten Dairi, Polres Dairi, empat pengusaha SPBU serta dua pengusaha Pertashop, di ruang Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Dairi, Rabu (3/12/2025).
Dalam pertemuan itu, Vifki menyampaikan kendala pengiriman distribusi BBM ke seluruh daerah di Sumatera Utara, terutama ke Kabupaten Dairi, yang disebabkan puluhan armada pengangkut atau Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina terjebak bencana di beberapa wilayah.
Dijelaskan Vifki, selain banyak AMT terjebak di lokasi banjir, sebelumnya kapal tanker pengangkut BBM juga tidak bisa sandar dan membongkar muatan di Single Point Mooring (SPM) Belawan selama lima hari akibat cuaca buruk.
Namun, Vifki mengakui Pertamina tetap berupaya menormalkan distribusi BBM ke Dairi melalui notulen rapat yang akan disampaikan kepada pimpinan pengambil kebijakan. “Sebab otoritas saya terbatas,” kata Vifki.
Vifki juga membenarkan bahwa puluhan AMT bantuan dari TNI, Pemprov Sumut, Palembang, dan Riau telah diturunkan untuk membantu pendistribusian BBM di Sumatera Utara. Menurutnya, kuota BBM untuk Dairi tidak berkurang dan tidak dibatasi.
“Maka SPBU silakan mengusulkan penambahan penebusan kuota BBM kepada Pertamina melalui surat rekomendasi Pemkab Dairi,” ucapnya.
BERITA TERPOPULER























