PLN Pematang Raya Kurangi Potensi Gangguan Listrik saat Ibadah Ramadhan


Manajer ULP PLN Pematang Raya, Adhere Sitompul. (f:indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Guna mengurangi potensi gangguan listrik pada saat ibadah di bulan Ramadhan pihak Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Pematang Raya melakukan sejumlah langkah.
Salah satunya, melakukan pemeliharaan dan pembersihan jaringan (HAR penyulang). Seperti disampaikan Manajer ULP PLN Pematang Raya, Adhere Sitompul, pada Rabu (26/2/25).
"Pemeliharaan sudah kami lakukan pada awal Februari, dan awal bulan depan akan kami lakukan kembali. Selain itu, kami juga menyiagakan personel di posko untuk mengantisipasi gangguan," ujarnya.
Menurut Adhere, gangguan listrik di wilayah kerja ULP PLN Pematang Raya umumnya disebabkan faktor alam, seperti ranting pohon yang menyentuh kabel dan gangguan dari hewan liar.
"Di wilayah kerja kami, penyebab utama padamnya listrik biasanya adalah hewan dan ranting pohon, selain faktor cuaca seperti angin kencang dan hujan deras," jelasnya.
Wilayah kerja ULP PLN Pematang Raya mencakup 11 kecamatan di Kabupaten Simalungun, yakni Kecamatan Panei, Panombeian Pane, Sidamanik, Pematang Sidamanik, Dolok Pardamean, Raya, Purba, Haranggaol Horison, Silimakuta, Pematang Silimakuta, dan Dolok Silau.
Mengenai Posko antisipasi gangguan, kata Adhere, pihaknya menyiapkan 8 (delapan) Posko, yakni 7 (tujuh) Posko jaga dan 1 (satu) Posko layanan, di wilayah kerjanya untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama bulan Ramadan. (indra/hm27)