Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Warga Simalungun Masih Kesulitan Mendapatkan BBM

Mistar.idSelasa, 2 Desember 2025 14.14
EH
IH
warga_simalungun_masih_kesulitan_mendapatkan_bbm

Warga Simalungun masih mengantre lama di SPBU untuk membeli BBM. (Foto: Indra/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Warga di Kabupaten Simalungun masih kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (2/12/2025). Khususnya sopir, petani, hingga buruh. Ini merupakan hari keempat stok BBM minim di Simalungun.

Pantauan di sejumlah titik SPBU, antrean masih mengular di sepanjang jalur Pematangsiantar–Saribudolok. Di SPBU Kecamatan Panei, BBM jenis pertalite bahkan tidak tersedia. Sementara dexlite masih tersedia.

Seorang petani muda di Panombeian Panei, Yohannes Sianipar, mengaku harus antre lama demi bisa melanjutkan pekerjaannya.

"Kami butuh bensin untuk mesin pompa sama mesin babat. Tadi malam lah antre sampai dua jam, kalau tidak antri tidak dapat bensin. Bisa-bisa tidak kerja hari ini," ujarnya.

Situasi serupa terjadi di SPBU wilayah Kecamatan Raya. Antrean kendaraan di SPBU sudah penuh sejak pagi. Beberapa truk juga parkir di sekitar SPBU.

"Baru kali ini melihat truk fuso mengisi minyak ketengan," kata seorang warga Nagori Sigodang, Kecamatan Panei, Iyan Siregar.

Truk mengisi BBM eceran di Simalungun. (Foto: Indra/Mistar)

Berbeda dengan wilayah Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, kondisi relatif lebih stabil untuk pertalite.

Seorang warga bernama Jack Leo Sirait mengatakan distribusi pertalite di daerahnya masih normal.

"Solar yang susah di sini, karena banyak untuk kebutuhan kapal. Sekarang ini masih belum terganggu [penyeberangan kapal tradisional], masih ada sisa stok. Kalau pertalite antre seperti hari-hari biasa," katanya saat dihubungi.

Kondisi ini mulai berdampak pada aktivitas ekonomi harian. Sejumlah sopir angkutan mengaku pendapatan mereka turun drastis karena waktu kerja banyak tersita di antrean SPBU. Beberapa bahkan terpaksa menolak penumpang karena tidak yakin bisa mendapatkan BBM.

"Hari ini belum ada jalan, masih mau ke SPBU. Tadi malam gak dapat, padahal sudah antri," kata Joel Sinaga, Sopir Angdes jurusan Pematangsiantar-Pematang Raya ini.

Para petani juga merasakan beban tambahan. Selain membutuhkan solar untuk mesin pertanian, mereka khawatir keterlambatan aktivitas ini berdampak pada jadwal tanam dan panen. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dan Pertamina segera melakukan langkah serius untuk memastikan kelancaran distribusi BBM.

Mereka meminta pengawasan di SPBU diperketat agar tidak terjadi penimbunan dan memastikan prioritas diberikan kepada pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

Sebelumnya, Kabag Perekonomian Simalungun, Rinton Damanik, menegaskan bahwa persoalan bukan pada kuota BBM. Melainkan hambatan distribusi akibat bencana di beberapa wilayah Sumatera Utara.

"Kita sudah komunikasi dengan pihak Pertamina, untuk kuota tidak ada pengurangan. Namun memang pendistribusian kita yang terhambat, dan ini akan diperbaiki ke depannya," ujar Rinton.

Sementara itu, Anggota DPRD Simalungun, Junita V Munthe juga mengambil langkah cepat. Ia menyampaikan bahwa fraksinya telah berkoordinasi dengan anggota DPR RI dari PDIP untuk mempercepat penanganan pasokan BBM. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN