Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

LPTQ Pematangsiantar Didorong Bertransformasi Jadi Motor Gerakan Sosial Keagamaan

Mistar.idKamis, 2 April 2026 11.55
journalist-avatar-top
HH
lptq_pematangsiantar_didorong_bertransformasi_jadi_motor_gerakan_sosial_keagamaan_

Wakil Wali Kota, Herlina memberikan kata sambutan pada kegiatan pelantikan pengurus baru LPTQ Kota Pematangsiantar. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Pematangsiantar didorong untuk bertransformasi dari sekadar lembaga pembinaan tilawah menjadi motor gerakan sosial keagamaan yang berdampak luas di tengah masyarakat.

Dorongan tersebut mengemuka dalam pelantikan pengurus LPTQ masa bakti 2026–2031 yang digelar di Gedung Serbaguna Pemko, Jalan Merdeka, Rabu (1/4/2026).

Dalam struktur kepengurusan yang baru, Hamzah Fanshuri Damanik dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi Irwansyah Saragih sebagai sekretaris dan Endang Fransiska sebagai bendahara. Kepengurusan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama, hingga kalangan akademisi.

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kekuatan penting untuk memperluas peran LPTQ, tidak hanya dalam mencetak qori dan qoriah berprestasi, tetapi juga dalam membangun ekosistem keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Herlina, menegaskan LPTQ harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“LPTQ tidak boleh hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi harus hadir membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi capaian LPTQ yang berhasil meningkatkan peringkat pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Utara, dari posisi 10 ke peringkat 7 dalam dua tahun terakhir. Namun, menurutnya capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Pengurus baru diminta segera melakukan pendataan potensi qori dan qoriah secara menyeluruh, serta menyusun strategi pembinaan yang tidak hanya fokus pada cabang unggulan, tetapi juga pada kategori yang masih memiliki peluang berkembang.

Sementara itu, Ketua Umum LPTQ, Hamzah Fanshuri Damanik, menegaskan komitmennya untuk membawa LPTQ lebih dekat dengan masyarakat. Ia menyebut peran LPTQ ke depan tidak hanya sebatas pembinaan tilawah dan tahfiz, tetapi juga sebagai penggerak nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk menghadirkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang nyata di tengah masyarakat,” katanya.

Menurutnya, LPTQ harus mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul secara kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga berakhlak dan berkontribusi dalam kehidupan sosial.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat agar program pembinaan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dengan arah baru tersebut, LPTQ Pematangsiantar diharapkan mampu melampaui fungsi seremonial dan kompetisi, serta berperan aktif sebagai penggerak gerakan sosial keagamaan yang relevan dengan tantangan zaman. “Al-Qur’an bukan hanya untuk dilombakan, tetapi untuk dihidupkan dalam keseharian,” tutur Hamzah.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN