Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Google Rilis Fitur “Vibe Coding” di AI Studio, Bangun Aplikasi AI Cukup Satu Prompt

Mistar.idRabu, 29 Oktober 2025 pukul 07.30 WIB
google_rilis_fitur_vibe_coding_di_ai_studio_bangun_aplikasi_ai_cukup_satu_prompt

Ilustrasi Google AI Studio. (foto:basetop/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Google resmi meluncurkan desain ulang AI Studio dengan fitur revolusioner bernama “Vibe Coding”.

Fitur ini memungkinkan siapa pun membuat aplikasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) hanya dengan satu prompt (perintah), tanpa perlu mengatur kunci API atau menghubungkan model secara manual.

Dilansir Gizmochina, Selasa (28/10/2025), pengguna cukup menuliskan deskripsi aplikasi yang diinginkan, dan AI Studio akan secara otomatis menghubungkan model serta API yang sesuai dengan dukungan Gemini, model AI canggih milik Google.

Contohnya, pengguna bisa membuat aplikasi seperti Veo untuk menghasilkan video dari skrip, atau Nano Banana untuk penyuntingan gambar bertenaga AI. Bahkan, pengguna dapat membuat aplikasi penulisan yang mampu memverifikasi sumber melalui Google Penelusuran.

Fitur “Vibe Coding” juga menghadirkan tombol “Saya Sedang Beruntung” yang secara instan menghasilkan proyek aplikasi AI acak bagi pengguna yang membutuhkan inspirasi cepat.

Selain itu, Galeri Aplikasi (App Gallery) AI Studio kini tampil dengan desain baru berupa pustaka visual yang memamerkan berbagai proyek AI berbasis Gemini. Pengguna dapat menjelajahi contoh aplikasi, melihat kode awal, dan memodifikasinya menjadi kreasi baru.

Google juga memperkenalkan Annotation Mode, yang memungkinkan pengguna mengedit aplikasi dengan perintah sederhana, tanpa harus memahami kode pemrograman. Misalnya, pengguna cukup menulis “buat tombol ini berwarna biru” atau “ubah animasi gambar dari kiri,” dan sistem akan langsung menyesuaikannya.

Pendekatan ini membuat proses pengembangan aplikasi menjadi lebih intuitif dan manusiawi, menghemat waktu developer profesional, sekaligus memudahkan pemula untuk berkreasi tanpa takut melakukan kesalahan teknis.

Google juga memastikan kontinuitas kerja pengguna melalui sistem peralihan otomatis. Jika batas penggunaan gratis tercapai, pengguna dapat menambahkan kunci API sendiri dan tetap melanjutkan proyek tanpa gangguan.

Peluncuran ini menandai langkah besar dalam demokratisasi teknologi AI, menjadikan pengembangan aplikasi kini lebih mudah, cepat, dan inklusif.

“Dari yang sebelumnya eksklusif untuk kalangan teknis, kini setiap orang dengan ide kreatif bisa membangun aplikasi AI dalam hitungan menit,” tulis Google dalam pernyataannya.

Dengan kemudahan ini, Google membuka peluang besar bagi developer lokal di Indonesia untuk menciptakan solusi digital inovatif yang mampu bersaing di pasar global. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN