Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Inspiratif! Jaga Warung Sambil Merawat Ayah yang Sakit, Siswa MAN Lolos SNBP dan KIP-K

Mistar.idSabtu, 18 April 2026 13.32
journalist-avatar-top
SH
inspiratif_jaga_warung_sambil_merawat_ayah_yang_sakit_siswa_man_lolos_snbp_dan_kipk

Siswa MAN Taput, Khairun Alfi Panggabean di depan warung kecil milik keluarganya. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Di sela kesehariannya menjaga warung keluarga dan merawat ayah yang sakit, Khairun Alfi Panggabean, siswa MAN Tapanuli Utara (Taput) dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Program Studi Hukum Universitas Sumatera Utara (USU). Bukan hanya itu, kabar gembira lainnya adalah ia juga masuk sebagai calon penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Capaian itu bukan secara tiba-tiba didapatkan dengan perjuangan singkat. Meski kesehariannya disibukkan dengan membantu ayahnya untuk menjaga warung dan mengerjakan pekerjaan rumah, Alfi tetap menjaga konsistensinya dalam belajar.

Usai salat Maghrib hingga sekitar pukul 22.00 WIB, ia memanfaatkan waktu untuk membaca atau menonton materi yang berkaitan dengan minatnya terutama ilmu hukum dan agama. “Bagi saya itu bukan beban, tetapi bentuk abdi saya untuk membantu menopang kebutuhan keluarga. Proses hidup ini membentuk saya menjadi pribadi yang lebih kuat,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Alfi tumbuh besar di Lumban Siagian, Tapanuli Utara, lingkungan yang mayoritas non-Muslim. Menurutnya, situasi itu justru memperkuat konsistensinya dalam beragama. Bagi Alfi, masjid bukan sekadar tempat ibadah melainkan ruang belajar yang membentuk kedisiplinan dan keberaniannya.

Namun di balik keteguhan itu, ada kisah pilu yang turut membentuk kepribadiannya dan mengharuskannya menjadi sosok yang lebih tangguh dan mandiri. Pada September tahun lalu ibunya meninggal dunia, dan sejak 2022 ayahnya juga mengalami stroke dan membutuhkan perawatan.

“Ibu saya adalah orang yang sangat baik. Kepergiannya merupakan kehilangan terbesar bagi saya,” tuturnya.

Ia mengakui, hidupnya kini berbeda. Meski demikian, ia memilih untuk tetap melangkah. “Sekarang kami harus saling menguatkan dan juga menjaga ayah,” katanya.

Dukungan keluarga menjadi penguat dalam perjalanannya. Termasuk dari kakaknya yang bekerja sebagai guru honor dan abangnya yang juga membantu menyokong perekonomian keluarga. Selain itu, ada juga sang nenek yang turut mendukung.

Alfi menyadari, keberhasilannya hari ini bukan semata hasil kerja sendiri. Dukungan dari keluarga besar di madrasah baik guru dan teman-temannya, serta doa dari keluarga di rumah disebut berperan penting dalam pencapaiannya tersebut. “Saya hari ini adalah hasil dari doa dan dukungan mereka,” tuturnya.

Kepala Madrasah, Nikmatul Hijrah Gultom, menilai Alfi sebagai siswa yang tak hanya unggul secara akademik. Selain juara kelas dan peraih juara Olimpiade Madrasah Indonesia tingkat kabupaten di bidang Matematika, Alfi juga aktif dalam kegiatan keagamaan.

Alfi disebut kerap menjadi khatib Jumat, imam masjid, hingga mengikuti berbagai perlombaan keagamaan. Di luar itu, jiwa kepemimpinannya juga sangat menonjol. Alfi pernah menjadi Danton Paskibraka tingkat kabupaten dan aktif dalam kegiatan pramuka.

“Capaian ini menunjukkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan kemampuan memimpin yang dimiliki Alfi. Ini menjadi motivasi juga bagi semua siswa madrasah untuk terus memaksimalkan potensi diri,” ucap Nikmatul.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN