Laporan Stagnan, Korban Penipuan Ratusan Juta Ngadu ke Kapolres Batu Bara


Chandra mewakili Misnah menyerahkan surat pengaduan melalui ajudan Kapolres Batu Bara. (f: ist/mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID
Misnah, seorang ibu rumah tangga (IRT), warga Dusun III Alai, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, mengadu ke Kapolres Batu Bara AKBP Taufiq Hidayat Thayeb.
Dalam pengaduan melalui surat yang disampaikan melalui ajudan Kapolres pada Rabu 26 Februari 2025, Misnah meminta kepastian hukum atas laporan dugaan penipuan yang dialaminya.
Misnah berharap Kapolres Batu Bara dapat mempercepat proses hukum yang hingga kini dinilai masih berjalan lamban.
Menurut Misnah, kasus ini bermula pada 6 Agustus 2024, ketika ia diduga menjadi korban penipuan oleh seorang warga Kuala Tanjung berinisial Fby. Modus yang digunakan adalah tawaran kerja sama bisnis travel umroh.
Dalam kesepakatan tersebut, Misnah menyerahkan uang sebesar Rp150 juta kepada seorang perempuan inisial Fby. Namun, seiring berjalannya waktu, uang tersebut tidak dikembalikan sesuai perjanjian.
Saat membuat kesepakatan dan penyerahan uang tersebut, Misnah mengatakan surat perjanjian ditandatangani anaknya Erwin dengan Fby karena dirinya buta huruf. "Saya tidak bisa tulis baca sehingga anak saya Erwin yang mewakili saya menandatangani surat perjanjian dengan Fby," ujar Misnah, Kamis (27/2/2025).
Merasa dirugikan, Misnah melaporkan kasus ini dengan membuat pengaduan masyarakat (Dumas) ke Polsek Indra Pura. Misnah juga telah menyerahkan berbagai bukti termasuk kwitansi pembayaran, surat perjanjian, dan cek yang diduga kosong.
Namun, menurutnya, penanganan kasus ini terkesan lamban. Hingga enam bulan berlalu, terlapor masih bebas berkeliaran dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
Misnah juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan (SP2HP) pada 10 September 2024. Namun, surat tersebut belum memberikan perkembangan yang diharapkan karena belum ada tindakan tegas terhadap terlapor.

Misnah. (f: ist/mistar)
Karena itu, Misnah berharap Kapolres Batu Bara segera mengambil langkah tegas dengan memerintahkan penyidik Polsek Indra Pura untuk mempercepat proses hukum kasus ini. Ia meminta agar keadilan segera ditegakkan sehingga dirinya tidak terus dirugikan.
"Kami hanya ingin kepastian hukum. Jika bukti-bukti sudah lengkap, mengapa terlapor masih bebas?" ujar Misnah dengan penuh harap.
Dikonfirmasi lewat selulernya, Kapolsek Indra Pura AKP Reynold Silalahi mengarahkan wartawan konfirmasi ke Humas Polres Batu Bara. Silalahi juga menyarankan Misnah selalu korban datang ke kantor, karena itu sudah disesuaikan. (ebson/hm24)
PREVIOUS ARTICLE
Michelle Trachtenberg Ditemukan Meninggal di Apartemennya