Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Rekaman Suara Andrie Yunus Pasca Disiram Air Keras: Serukan Perjuangan dan Keadilan hingga Desak Kasus Diusut Tuntas

Mistar.idSabtu, 4 April 2026 18.09
journalist-avatar-top
rekaman_suara_andrie_yunus_pasca_disiram_air_keras_serukan_perjuangan_dan_keadilan_hingga_desak_kasus_diusut_tuntas

Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus saat ditemui di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat. (foto: Kompas)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menyampaikan pesan penuh keteguhan di tengah proses pemulihan pasca-serangan penyiraman air keras yang dialaminya.

Melalui rekaman suara yang dikutip pada Sabtu (4/4/2026), Andrie mengucapkan terima kasih kepada masyarakat luas atas dukungan yang terus mengalir sejak insiden tersebut terjadi.

“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” ujar Andrie.

Ia menilai pelaku penyiraman sebagai pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, di balik kecaman tersebut, Andrie justru menegaskan bahwa solidaritas publik menjadi sumber kekuatan utama dalam menghadapi situasi sulit ini.

Menurut Andrie, dukungan dari berbagai kalangan membuatnya tetap tegar menjalani perawatan.

“Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian, a luta continua! Panjang umur perjuangan!” tuturnya.

Pesan kemanusiaan di tengah luka Kepala Divisi Impunitas KontraS, Jane Rosalina, menjelaskan bahwa rekaman suara tersebut dibuat saat Andrie menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Rabu (1/4/2026).

Di tengah kondisi yang masih dalam pemulihan, Andrie juga menyampaikan pesan yang menekankan nilai kemanusiaan. Ia meminta rekan-rekannya untuk tetap membuka ruang maaf bagi para pelaku. Namun demikian, Andrie menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan secara menyeluruh.

“Tapi Andrie berpesan tetap harus disuarakan dan dituntut pertanggungjawabannya secara menyeluruh baik aktor lapangan maupun aktor intelektualnya secara transparan dan akuntabel,” ujar Jane.

Jane juga menyebutkan bahwa hingga kini Andrie belum mengetahui perkembangan terbaru kasus tersebut. Pihak keluarga dan KontraS sengaja membatasi arus informasi agar tidak mengganggu proses pemulihan.

Saat ini, Andrie masih dirawat intensif di ruang High Care Unit (HCU) dan belum dapat dijenguk selain oleh keluarga serta tim kuasa hukum.

Kronologi penyiraman air keras

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa kejadian bermula setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Menteng.

“Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Dimas.

Dalam perjalanan pulang, Andrie diserang oleh pelaku menggunakan cairan keras. Ia berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motor.Warga sekitar kemudian memberikan pertolongan, sementara pelaku melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya.

Dalam kondisi terluka, Andrie sempat kembali ke tempat tinggalnya sebelum akhirnya dibawa ke RSCM pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan Andrie mengalami luka pada mata kanan serta luka bakar sekitar 20 persen pada tubuhnya.

Pelaku prajurit BAIS TNI Perkembangan kasus ini menjadi perhatian luas publik setelah empat prajurit dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI diamankan terkait dugaan keterlibatan. Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka pada 18 Maret 2026.

Kasus ini juga berujung pada pengunduran diri Kepala BAIS TNI, Yudi Abrimantyo, sebagai bentuk pertanggungjawaban di tengah sorotan publik. Para tersangka dijerat Pasal 467 KUHP tentang penganiayaan berencana, dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama tujuh tahun.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN