100.268 Ribu Jemaah Haji Indonesia Selesaikan Dam

Jutaan jemaah haji mulai memadati Masjidil Haram di Mekah menjelang puncak ibadah haji 2026. Pada Selasa (19/5/2026) para jamaah terlihat melakukan Tawaf mengelilingi Ka'bah seiring terus berdatangannya jamaah dari berbagai negara. (Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)
Makkah, MISTAR.ID
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan sebanyak 100.268 jemaah calon haji Indonesia telah menyelesaikan ketentuan dam melalui berbagai skema pelaksanaan pada musim haji 1447 H/2026 M.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan dari total tersebut sebanyak 71.262 jemaah calon haji membayar dam melalui program ADAHI di Arab Saudi, 26.901 jemaah calon haji menyelesaikan dam di Indonesia, dan 2.105 jemaah calon haji melaksanakan dam dengan berpuasa.
Selain itu, tercatat 821 jemaah calon haji memilih skema haji ifrad sehingga tidak dikenakan kewajiban dam tamattu’.
“Kemenhaj menghormati keberagaman pandangan fikih dalam pelaksanaan dam. Pemerintah memberikan ruang yang luas bagi jemaah calon haji untuk menjalankan keyakinan fikihnya masing-masing, dengan tetap memastikan pelaksanaannya berjalan tertib, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ichsan di Makkah, Rabu (20/5/2026) dilansir dari Antara.
Menurut Ichsan, capaian tersebut menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Ia menilai pengelolaan dam yang semakin tertata menunjukkan meningkatnya kesadaran jemaah calon haji dalam menjalankan ketentuan ibadah melalui mekanisme yang lebih jelas dan aman.
“Pendataan dam jemaah calon haji Indonesia tahun ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola layanan haji, termasuk pada aspek ibadah yang berkaitan langsung dengan kebutuhan jemaah calon haji,” katanya.
Kemenhaj juga mengimbau jemaah calon haji agar berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan pembayaran dam di luar jalur resmi, terutama yang tidak disertai kejelasan mekanisme, bukti pembayaran, maupun kepastian pelaksanaan.
“Jemaah calon haji kami minta tidak mudah percaya pada tawaran pembayaran dam yang tidak jelas. Jika ragu, segera berkonsultasi dengan petugas kloter, pembimbing ibadah, atau petugas haji Indonesia di sektor masing-masing,” ujar Ichsan.
Ia menambahkan dam merupakan bagian dari ketentuan ibadah haji yang harus dipahami dengan baik. Karena itu, jemaah diminta tidak terburu-buru mengambil keputusan dan memastikan pilihan pelaksanaan dam sesuai pemahaman fikih yang diyakini.
Selain itu, Kemenhaj juga menyampaikan perkembangan penyelenggaraan ibadah haji hingga hari ke-30 masa operasional. Sebanyak 498 kloter dengan 192.185 jemaah calon haji dan 1.984 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Untuk kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat sebanyak 224 kloter dengan 85.618 jemaah calon haji dan 893 petugas telah tiba.
Sementara itu, sebanyak 487 kloter dengan 188.259 jemaah calon haji dan 1.984 petugas telah berada di Makkah. Adapun jemaah calon haji khusus yang tiba di Tanah Suci tercatat sebanyak 14.513 orang.
“Secara umum, layanan haji Indonesia berjalan lancar. Pemerintah terus memastikan seluruh aspek layanan, mulai dari kedatangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pembinaan ibadah, hingga pelindungan jemaah calon haji, berjalan optimal,” kata Ichsan.
Menjelang puncak haji, Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah calon haji untuk menjaga kesehatan, menghemat tenaga, memperbanyak istirahat, dan fokus mempersiapkan diri menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Jangan sungkan meminta bantuan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah calon haji selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” tutup Ichsan. (hm25)













