UINSU Target Kampus Berkelas Dunia, Jumlah Guru Besar Meningkat Pesat

Pengukuhan dua Guru Besar UINSU. (foto:humasuinsu/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menegaskan langkah besarnya menuju kampus unggul dan berdaya saing global melalui peningkatan signifikan jumlah guru besar dalam tiga tahun terakhir.
Dalam Sidang Senat Terbuka memperingati Dies Natalis ke-52, Rektor UINSU Prof. Nurhayati menyatakan bahwa capaian ini merupakan fondasi kuat bagi transformasi keilmuan dan digital yang tengah dijalankan kampus.
Ia mengungkapkan bahwa jumlah profesor UINSU melonjak tajam dari 28 orang pada akhir 2022 menjadi 71 orang per November 2025, usai pengukuhan dua guru besar baru dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).
“Ini capaian besar yang patut kita syukuri. Sesungguhnya tidak sulit meraih guru besar, yang diperlukan adalah kesungguhan, ketekunan, dan konsistensi,” ujarnya di Gelanggang Mahasiswa UINSU, Kamis (20/11/2025).
Dua akademisi yang dikukuhkan masing-masing adalah Prof. Dr. Siti Halimah, M.Pd, Guru Besar bidang Kurikulum dan Pembelajaran, dan Prof. Dr. Syaukani, M.Ed.Adm, Guru Besar bidang Metodologi Penelitian Pendidikan. Keduanya turut menyampaikan orasi ilmiah terkait isu krusial dunia pendidikan.
Prof. Siti menekankan pentingnya kemitraan sekolah dan keterlibatan orang tua sebagai faktor penentu keberhasilan belajar anak. Sementara itu, Prof. Syaukani mengulas praktik publikasi ilmiah di Indonesia, termasuk problem integritas akademik dan maraknya jurnal predator yang menjadi tantangan serius bagi dosen.
Rektor UINSU menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar agenda akademik, tetapi merupakan perayaan peradaban.
Ia menjelaskan bahwa profesor memiliki peran strategis sebagai produsen gagasan dalam diplomasi keilmuan, penggerak jejaring internasional, serta penjaga nilai dalam membentuk kemandirian bangsa.
“Guru besar memikul amanah sebagai penjaga cahaya ilmu di tengah derasnya arus informasi dan tantangan moral global,” ucapnya.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, Alvi Syahriza, turut menyampaikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa UINSU telah menjadi mitra penting dalam penguatan sumber daya manusia dan pendidikan karakter di provinsi tersebut.
Selain pengukuhan, sejumlah penghargaan juga diberikan kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang berprestasi, serta penyampaian tali asih kepada pegawai yang memasuki masa purnabakti.
Rektor menekankan bahwa UINSU sebagai pusat kajian keislaman modern terus beradaptasi tanpa melepaskan akar tradisinya. Ia juga optimis bahwa lonjakan jumlah profesor akan memperkuat posisi UINSU dalam upaya menjadi universitas unggul dan berkelas dunia. (hm16)














