5.8 C
New York
Tuesday, March 5, 2024

Pemko Medan Kembali Gelar Pasar Murah Migor

Medan, MISTAR.ID

Guna mengatasi kelangkaan minyak goreng (Migor), Pemko Medan terus menggelar Operasi Pasar di beberapa pasar tradisional. Kali ini, Pemko Medan melalui Dinas Perdagangan bekerja sama dengan PTPN IV menggelar Operasi Pasar Minyak Goreng di Pusat Pasar, Kamis (17/2/22).

Kepala Dinas Perdagangan Dammikrot Harahap mengatakan, operasi pasar terebut digelar untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng.

“Masyarakat mengaku tidak ada minyak goreng di lapangan, kalaupun ada harganya berkisar dari Rp18-20 ribu. Oleh sebab itu, Pak wali kota memerintahkan kita untuk terus melakukan pemantauan harga pasar dan menggelar operasi pasar ini,” ucap Dammikrot.

Dikatakannya, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022 telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng. Untuk minyak curah Rp11.500/liter, kemasan sederhana Rp13.500/liter dan premium Rp14.000.

Baca Juga:Hasil Survei KPPU Kanwil I Harga Minyak Goreng Masih di Atas HET

“Faktanya, di pasar-pasar tradisional, grosir, ritel dan pasar modern sedikit langka. Padahal informasi yang kita dapat dari kawan-kawan produsen, produksi minyak goreng biasa. Oleh sebab itu akan terus kita pantau,” katanya.

Dijelaskannya, adapun dalam dua minggu ini, pihaknya telah menggelontorkan 93 ton minyak goreng untuk 23 lokasi di Kota Medan.

“Kegiatan hari ini kita sediakan 5.000 liter Migor. Adapun harga per liternya Rp11.500 dengan pembelian maksimal setiap warga hanya 5 liter. Warga juga terlihat antusias memanfaatkan operasi pasar ini,” jelas Dammikrot.

Salah seorang warga, Elsa mengatakan, dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut. “Dalam operasi pasar ini kita bisa beli minyak goreng dengan harga yang sesuai ketentuan. Tentu ini sangat membantu,” ungkapnya.

Baca Juga:Pemko Medan Ajak PTPN 4 Berkolaborasi Gelar Operasi Pasar Migor

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, Pemko Medan akan membentuk tim pengawas penyaluran minyak goreng.

“Tim tersebut akan mencari penyebab kelangkaannya agar saat penyaluran atau operasi pasar, masyarakat tidak kesulitan mendapatkan Migor,” kata Bobby Nasution kemarin.

Dikatakan Bobby, kelangkaan Migor menjadi perhatian Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan. Sebab, pemerintah telah menetapkan harga terjangkau namun tetap terjadi kelangkaan migor.

“Untuk penyaluran, pengawasan termasuk penindakan, kami akan bicarakan lebih jauh dengan Kapolrestabes Kota Medan dan Forkopimda Kota Medan lainnya,” tegasnya.(rahmad/hm10)

Related Articles

Latest Articles