14.7 C
New York
Tuesday, May 21, 2024

Habiburahman Sinuraya Bantah Polisi Siapkan Preman Saat Pra Rekonstruksi

Medan, MISTAR.ID

Anggota DPRD Medan Habiburrahman Sinuraya, terduga terlapor kasus penganiayaan Khalid Fadzuani membantah dirinya pernah mengucapkan kalau pihak kepolisian yang menyiapkan para preman untuk mengamankan pra rekonstruksi di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Abdullah Lubis Medan.

Penegasan itu disampaikannya lantaran akhir-akhir ini berita sejumlah media massa begitu gencar menyoroti kasus dugaan penganiayaan yang dilakukannya dan rekannya inisial DRS lakukan beberapa waktu lalu di salah satu tempat hiburan malam di Medan.

“Ini perlu saya klarifikasi. Yang pertama saya tidak pernah mengucapkan polisi yang menyiagakan preman di lokasi pra rekonstruksi seperti yang termuat di salah satu media massa online,” tegas politisi NasDem ini, Kamis (2/3/23).

Baca juga: Oknum Preman Aniaya dan Ancam Wartawan, Polda Sumut: Kita Tindak Tegas Premanisme

Dijelaskan Habib, preman yang disebut-sebut bernama Rakesh itu merupakan abang dari salah satu saksi inisial S (juru parkir) yang dihadirkan pada saat pra rekonstruksi kala itu.

“Jadi saksi S ini masih berusia 17 tahun, dia takut sendiri di lokasi pra rekonstruksi, sehingga Rakesh sebagai abangnya mendampingi untuk memastikan kondisi adiknya,” jelas pria yang duduk di Komisi I DPRD Medan ini.

Dikatakan Habib, adapun saat pra rekonstruksi berlangsung, Rakesh hanya berdiri dan membantu pihak kepolisian mengatur lalu lintas.

“Jadi pemberitaan yang menyebut saya mengatakan pihak kepolisian menghadirkan preman di lokasi itu tidak benar. Rakesh datang untuk mendampingi adiknya sebagai saksi. Kalau permasalahan Rakesh melakukan pengancaman terhadap rekan-rekan media di lokasi, saya tidak begitu paham,” katanya.

Hal senada juga dikatakan rekan Habiburahman Sinuraya, David Roni Ganda Sinaga. David menyebut, bahwa dirinya bersama Habib tidak ada menyebut pihak kepolisian menyiagakan preman di lokasi.

“Justru saya dan dia (Habib) datang ke lokasi karena undangan resmi dari pihak kepolisian untuk pra rekonstruksi. Justru kalau di sana disebut-sebut ada preman; kami tidak tahu. Dan si Rakesh itu, setahu saya abang kandung dari S,” ucap David.

Baca juga: Ketua DPD Pastikan Rakes Bukan Bagian dari AMPI

Saat ditanya mengapa pihaknya tidak hadir dalam pra rekonstruksi semalam (Rabu), David mengaku bahwa mereka tidak mendapatkan undangan resmi dari pihak kepolisian.

“Kami bukan tidak hadir, tapi memang tidak ada undangan yang masuk ke kita. Justru kemarin (Selasa) saat kami hadir pra rekonstruksi, pihak pelapor yang tidak hadir,” kata David. Dijelaskannya, saat pra rekonstruksi kemarin (Selasa), mereka sudah hadir di lokasi sejak pukul 10.00 WIB.

“Pra rekonstruksi jam pukul 11.00 WIB, tapi kami hadir lebih cepat. Karena si Khalik belum hadir, kami menunggu sampai pukul 14.00 WIB. Namun lagi-lagi dia (Khalik) tidak hadir dan meminta diundur ke pukul 17.00 WIB hingga Rabu. Meski dia tidak datang, kami meminta pihak kepolisian untuk tetap melakukan pra rekosntruksi sesuai jadwal,” pungkasnya. (rahmad/hm09)

Related Articles

Latest Articles