Stop Kerja Tanpa Henti: Microbreak Terbukti Jaga Fokus Tetap Stabil

Ilustrasi. (Foto: Freepik/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Pernah merasa letih, sulit berkonsentrasi, atau bahkan stres di tengah padatnya pekerjaan? Hal itu sangat umum terjadi, terutama bagi mereka yang bekerja berjam-jam di depan laptop. Banyak orang menganggap bahwa bekerja tanpa henti adalah cara terbaik untuk meningkatkan produktivitas, padahal tubuh dan otak manusia memiliki batas dalam mempertahankan fokus.
Jika tidak diberi jeda, kinerja justru bisa merosot. Karena itu, penting memberi waktu rehat singkat melalui microbreak.
Menurut Healthline, Kamis (20/11/2025), microbreak adalah jeda singkat yang dilakukan setiap 20–30 menit saat bekerja, dengan durasi hanya dua hingga lima menit. Konsep ini awalnya muncul dalam kajian ergonomi sebagai langkah mencegah nyeri muskuloskeletal pada pekerja kantor.
Kini, manfaat microbreak semakin luas, mulai dari menjaga kesehatan mental hingga meningkatkan energi, fokus, dan konsentrasi.
Masih dilaporkan oleh Healthline, para ahli umumnya merekomendasikan jeda dua hingga tiga menit setiap 20–30 menit. Namun, frekuensi dan durasinya bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing. Untuk membantu mengingat waktu istirahat, kamu dapat menggunakan alarm atau timer di ponsel.
Forbes menyarankan agar aktivitas saat microbreak dibuat bervariasi agar tidak terasa monoton. Aktivitas fisik biasanya membantu meningkatkan energi, sementara aktivitas relaksasi lebih efektif meredakan rasa lelah, seperti yang dijelaskan Healthline.
Hal penting yang sering luput adalah microbreak bukan momen untuk memeriksa email atau scroll media sosial, karena hal itu dapat memicu kecemasan tambahan. Pilihlah kegiatan yang benar-benar menenangkan tubuh dan pikiran, seperti berjalan singkat, latihan pernapasan, peregangan ringan, melihat suasana di luar ruangan, atau bermain gim sederhana yang menyenangkan. (hm20)






















