Monday, July 20, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH Seminggu Sekali, RS di Medan Tunggu Arahan

Mistar.idJumat, 27 Maret 2026 pukul 14.52 WIB
pemerintah_siapkan_kebijakan_wfh_seminggu_sekali_rs_di_medan_tunggu_arahan

Salah satu rumah sakit milik pemerintah pusat, provinsi dan daerah di wilayah Kota Medan (foto :berry/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan peraturan terkait penerapan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu, sebagai upaya menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketegangan geopolitik global.

Sejumlah rumah sakit di Medan menanggapi rencana kebijakan ini dengan menekankan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.

Manajer Hukum dan Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima arahan atau instruksi resmi dari Kementerian Kesehatan.

"Kami belum mendapatkan arahan atau instruksi dari Kemenkes, jadi saat ini belum ada hal yang dapat kami informasikan mengenai hal tersebut," ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Rosa menambahkan, apabila kebijakan WFH benar-benar diterapkan, RSUP H Adam Malik yang berfungsi sebagai pelayanan publik akan tetap menempatkan pelayanan pasien di atas fleksibilitas kerja.

Sementara itu, Direktur RSU Haji Medan, dr. Yulinda Elvi Nasution, M.Kes, menyampaikan pihaknya juga masih menunggu surat edaran atau petunjuk teknis terkait kebijakan WFH.

"Kalau nantinya ada arahan resmi, kami akan mengambil langkah-langkah yang mendukung kebijakan tersebut, namun pelayanan publik tetap harus berjalan lancar," jelas Yulinda.

Selaras dengan itu, Plt Direktur RSUD dr. Pirngadi Medan, dr. Mardohar Tambunan, menyatakan pihaknya belum menerima instruksi resmi dari pemerintah.

"Kami juga masih menunggu arahan, dan pastinya mendukung kebijakan jika bisa diterapkan. Namun, karena sifat layanan kami langsung melayani masyarakat, keputusan final tetap diserahkan ke pimpinan," kata Mardohar.

Kebijakan WFH sekali seminggu ini diharapkan dapat membantu efisiensi konsumsi BBM, namun rumah sakit menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak akan terganggu demi memenuhi kebutuhan pasien.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN