Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Kritik Dugaan Serangan Ukraina ke Kediaman Putin di Tengah Negosiasi Damai

Mistar.idSelasa, 30 Desember 2025 pukul 09.02 WIB
trump_kritik_dugaan_serangan_ukraina_ke_kediaman_putin_di_tengah_negosiasi_damai

Trump kritik serangan Ukraina ke kediaman Putin (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ketidakpuasannya terhadap dugaan serangan Ukraina ke salah satu kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin. Isu sensitif ini mencuat di saat proses negosiasi untuk mengakhiri perang Ukraina–Rusia memasuki fase krusial.

Klaim serangan tersebut pertama kali disampaikan oleh pemerintah Rusia, namun langsung dibantah keras oleh Ukraina. Kyiv menilai tuduhan itu sebagai rekayasa politik yang berpotensi merusak upaya perdamaian yang tengah dimediasi Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa Ukraina telah meluncurkan puluhan drone jarak jauh yang menargetkan kediaman Putin di wilayah Novgorod. Menurutnya, sebanyak 91 drone diluncurkan sejak Minggu malam hingga Senin (29/12/2025) dini hari dan semuanya berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Rusia.

Lavrov bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk “terorisme negara” dan menegaskan Moskwa akan meninjau ulang posisi negosiasinya. Namun, ia tidak menyertakan bukti konkret atas tudingan tersebut.

Sebaliknya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan tegas menolak klaim Rusia. Ia menyebut tuduhan tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan sengaja dibuat untuk menggagalkan proses perdamaian yang sedang berjalan.

Donald Trump, yang pada hari yang sama melakukan percakapan telepon dengan Vladimir Putin, justru mengkritik dugaan aksi tersebut. Dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Trump menyatakan ketidaksenangannya kepada wartawan.

“Saya tidak menyukainya. Ini tidak baik,” ujar Trump. Ia mengungkapkan bahwa informasi mengenai dugaan serangan itu disampaikan langsung oleh Putin.

Trump menekankan bahwa situasi geopolitik saat ini sangat rapuh dan membutuhkan kehati-hatian. “Ini periode yang rumit. Bukan waktu yang tepat untuk hal seperti itu,” katanya.

Tuduhan Rusia muncul di tengah upaya diplomatik intensif untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun. Ukraina mengklaim telah menyetujui sekitar 90 persen rancangan rencana perdamaian yang disusun Amerika Serikat, termasuk kesepakatan awal terkait jaminan keamanan pascaperang.

Namun, persoalan wilayah masih menjadi hambatan utama. Rusia menolak proposal yang tidak mengakomodasi tuntutan maksimalnya, terutama terkait wilayah yang telah diduduki militernya.

Dalam pembicaraan dengan Trump, Putin menyatakan tetap berkomitmen pada proses damai, tetapi mengisyaratkan kemungkinan perubahan sikap negosiasi Rusia akibat dugaan serangan drone tersebut.

Trump sebelumnya menyebut kesepakatan damai sudah “sangat dekat” setelah berdialog dengan Zelensky. Presiden Ukraina juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat menawarkan jaminan keamanan selama 15 tahun dengan opsi perpanjangan.

Meski demikian, masa depan sejumlah wilayah strategis masih belum jelas, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina selatan. Rusia terus mendorong penguasaan penuh atas Donetsk dan tiga wilayah Ukraina lain yang telah diklaim Moskwa.

Perang yang dimulai sejak Februari 2022 itu masih menjadi konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, dengan dampak kemanusiaan dan geopolitik yang luas.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN