26 C
New York
Thursday, May 9, 2024

AS Tunda Pengiriman Jet Tempur F-16V ke Taiwan

Taipei, MISTAR.ID

Pengiriman jet tempur 66 F-16V baru dari Amerika Serikat ditunda akibat gangguan rantai pasokan dan kementerian sedang bekerja untuk meminimalkan kerusakan dan “mengisi kekurangan”. Hal tersebut disampikan Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng, Kamis (4/5).

Amerika Serikat pada tahun 2019 menyetujui penjualan jet tempur Lockheed Martin Corp F-16 senilai US$8 miliar ke Taiwan, sebuah kesepakatan yang akan membawa armada F-16 pulau itu menjadi lebih dari 200 jet. Angka ini terbesar di Asia, untuk memperkuat pertahanannya dalam menghadapi peningkatan ancaman dari China, yang mengklaim Taiwan sebagai miliknya.

Taiwan telah mengubah 141 jet F-16A/B menjadi tipe F-16V dan sebagai tambahan telah memesan 66 F-16V baru, yang memiliki sistem avionik, senjata, dan radar baru untuk menghadapi angkatan udara China dengan lebih baik, termasuk J- 20 pesawat tempur siluman.

Baca Juga:China Klaim Selat Taiwan Milik Beijing

F-16V baru yang pertama dimaksudkan untuk dikirim pada kuartal keempat tahun ini tetapi telah ditunda hingga kuartal ketiga tahun depan karena gangguan rantai pasokan terkait pandemi, kata kementerian tersebut.

Berbicara kepada wartawan di parlemen, Chiu mengatakan Taiwan telah meminta Amerika Serikat untuk “mengisi kekurangan”, termasuk memprioritaskan pengiriman suku cadang untuk armada yang ada.

“Beberapa saluran sedang digunakan, dan kami meminimalkan kerusakan ini,” katanya, seraya menambahkan mereka masih berharap pesanan penuh dikirimkan sebelum 2026.

Kementerian menggunakan saluran diplomatik, seperti melalui kedutaan de facto AS di Taipei, untuk menyelesaikan masalah tersebut, kata Chiu.

Baca Juga:Militer China Lanjutkan Latihan di Sekitar Taiwan

Baik kedutaan de facto, Institut Amerika di Taiwan, maupun Lockheed Martin tidak segera menanggapi permintaan komentar. Taiwan sejak tahun lalu mengeluhkan keterlambatan pengiriman senjata AS, seperti rudal anti-pesawat Stinger, karena produsen mengalihkan pasokan ke Ukraina saat negara itu berperang menyerang pasukan Rusia, dan masalah ini mengkhawatirkan anggota parlemen AS.

Michael McCaul, Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, mengatakan selama kunjungan ke Taipei bulan lalu dia melakukan segala yang mungkin untuk mempercepat pengiriman senjata.(channenewsasia.com/hm01)

Related Articles

Latest Articles