Sunday, July 12, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Dua Perampok yang Beraksi di Dalam Angkot Ditangkap Polda Sumut

Mistar.idJumat, 15 Mei 2026 pukul 14.08 WIB
dua_perampok_yang_beraksi_di_dalam_angkot_ditangkap_polda_sumut

Perampok yang beraksi di dalam angkot Morina 81 di Medan ditangkap Polda Sumut. (Foto: Dok. Polda Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Personel Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut menangkap dua perampok yang beraksi di dalam angkutan kota (angkot), Morina 81, di Jalan KL Yos Sudarso Kecamatan Medan Deli, Kota Medan.

Kapolda Sumut, Irjen Whisnu Hermawan Februanto, menjelaskan kedua perampok berinisial EN alias Memes alias Tato, 44 tahun, dan SLS alias Ringo, 36 tahun.

“Ada dua tersangka yang diamankan, yakni EN dan SLS. Keduanya sudah ditahan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara dan sedang menjalani penyelidikan lebih lanjut,” ujar Whisnu, Jumat (15/5/2026).

Kejadian ini menjadi perhatian khusus Polda Sumut karena dinilai sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat.

“Begitu kejadian ini viral dan menimbulkan keresahan luas di masyarakat, saya langsung memberikan perhatian khusus dan memerintahkan Ditreskrimum bergerak cepat mengungkap para pelaku,” tuturnya.

Diketahui, perampokan di angkot Morina 81 dengan nomor polisi BK 1191 UC, terjadi di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Selasa (7/4/2026).

Ada tiga penumpang yang menjadi korban, yakni Julia Pratiwi, Erika Vinesya Romauly, dan Novianti Forman Tampubolon. Dua dari ketiganya mengaku kehilangan tiga unit handphone. Sementara Novianti hanya mengalami luka-luka akibat melompat dari angkot.

Menurut salah satu korban, Julia Pratiwi, peristiwa terjadi saat ia hendak berangkat kerja. Ia menaiki angkot tersebut dari Simpang Kota Bangun. Di dalam angkot, terdapat lima penumpang, yakni tiga pria dan dua perempuan.

"Setelah saya naik, jadi total ada enam penumpang. Nggak berapa lama saya naik, satu laki-laki turun. Nggak berapa lama laki-laki yang satunya turun, perampok beraksi," ucapnya, Rabu (8/4/2026).

Dijelaskannya, pelaku seketika mengeluarkan senjata tajam dari balik pinggangnya. Pria yang mengenakan topi berwarna putih itu mengancam sopir dan memintanya tetap melaju dengan kecepatan tinggi.

"Sopirnya langsung diancam. Disuruh balap-balap. Terus pelaku mengancam satu perempuan yang duduk di dekat pintu. Perempuan itu langsung memberikan handphonenya sama pelaku," tuturnya. Pelaku kemudian mengancam korban lainnya. Perempuan kedua sempat melawan dan berteriak. Perkelahian sempat terjadi.

"Nggak berapa lama, perempuan itu sudah di dekat pintu angkot. Terus ditolak pelaku. Jadi handphone dia nggak jadi diambil," ucapnya.

Seorang pria lain yang juga penumpang angkot, hanya bisa diam. Pria itu pun perlahan menuju ke pintu dan ikut melompat.

"Saya lihat bapak-bapak itu kayak mau lompat dari angkot. Di situ saya sudah diancam pakai parang dan pelaku minta handphone saya. Setelah handphone saya beri, saya lompat bersama dengan bapak itu. Saat kami semua melompat angkot melaju kencang," tuturnya. (Matius)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN