Sunday, October 25, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Dari Malaysia, Nazliyah Cerita Komunikasi Terakhir dengan Suaminya Sebelum Ditemukan Tewas

Mistar.idSabtu, 24 Oktober 2026 pukul 09.23 WIB
dari_malaysia_nazliyah_cerita_komunikasi_terakhir_dengan_suaminya_sebelum_ditemukan_tewas

Jasad korban saat diperiksa di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang, Kisaran. (Foto: Perdana/Mistar)

Asahan, MISTAR.ID – Istri sopir taksi online yang ditemukan tewas telungkup di parit perkebunan kelapa sawit Kelurahan Dadimulyo, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, pada Kamis (22/10/2026), mengatakan sudah dua hari tidak berkomunikasi dengan suaminya sebelum ditemukan meninggal dunia.

Istri korban, Nazliyah Faturrahmi, menyebutkan saat ini ia sedang berada di Malaysia bekerja sebagai TKI.

Ia membenarkan profesi suaminya selama ini memang menjadi sopir taksi online dan sesekali mengambil pesanan di ojek online.

“Sebelum ditemukan tewas, memang sudah dua hari kami tidak komunikasi. Pagi itu, Selasa (20/10/2026), sekitar pukul 09.00 WIB dia masih mengirim pesan,” tuturnya.

“Saat saya membalas pukul 09.30 WIB menanyakan urusan sekolah anak, nomornya sudah tidak aktif. Saya ini masih di Malaysia bang sudah empat bulan jadi TKI. Anak saya dua perempuan, satu umur tujuh tahun dan yang kecil baru tiga tahun,” ucapnya lagi.

Pada kesempatan berbeda, Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Sandi Riz Akbar menyebutkan, polisi masih menyelidiki dan mengejar pelaku.

“Masih kami dalami motifnya,” kata AKP Sandi saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (24/10/2026).

Korban bernama Muhammad Imran, 33 tahun, warga Kelurahan Sei Kerah Hilir I Kecamatan Marelan, kota Medan.

Jasad korban telah diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk kepentingan penyelidikan. Hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka tusuk dan luka sayat pada tubuh korban.[]




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN