Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Cekcok Berkepanjangan Berujung Maut, Rio Ade Nugraha Tewas Ditikam di Sunggal

Mistar.idSenin, 15 Desember 2025 14.41
journalist-avatar-top
AS
cekcok_berkepanjangan_berujung_maut_rio_ade_nugraha_tewas_ditikam_di_sunggal

Salah seorang warga, Orita saat menjelaskan kronologis kejadian penikaman Rio. (foto: putra/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Peristiwa penikaman terhadap Rio Ade Nugraha yang berujung kematian diduga ditenggarai cekcok berkelanjutan. Pasalnya, terduga pelaku Arif Al Kurniawan diketahui kerap meresahkan warga sekitar karena kerap melakukan aksi kejahatan.

Diceritakan warga, Orita Hutahuruk, sebelumnya Rio kerap menegur Arif agar tidak melakukan tindakan yang membuat warga resah.

"Katanya pelaku ini kan ada nipu tukang becak, orang tua. Terus naik ojol tapi nggak bayar. Jadi, si Rio ini bilang, jangan kayak gitu. Bayarlah, kasihan orang tua tukang becaknya. Dari situlah mulai cekcok-cekcoknya. Jadi, kalau lihat Arif, Rio bilang jangan kemari kalau buat rusuh di kampung ini. Karena bapaknya kan kepling, jangan buat malu," ucapnya, Senin (15/12/2025).

Teranyar, Rabu (10/12/2025) malam, Rio dan adiknya Egi turun ke bantaran sungai Belawan. Keduanya bersama seorang warga melihat kondisi air sungai. Saat itu, Arif datang dan keduanya kembali terlibat cekcok.

"Kami lagi lihat kondisi sungai sama abang dan kawan. Waktu itu saya lagi memfoto-foto kondisi sungai. Terus saya dengar suara orang berantam mulut. Terus saya lihat abang saya berkelahi dengan pelaku," timpal Egi, adik Rio.

Melihat itu, pria 19 tahun itu berniat membantu abangnya namun ditahan oleh warga. Tak berselang lama, keduanya selesai bergelut dan Rio pergi meninggalkan lokasi menuju rumahnya.

"Saya lihat ada besi, saya ambil dan saya mau bantu abang saya. Tapi saya ditahan sama orang-orang karena bahaya. Pelaku di situ megang senjata tajam kayak keris gitu senjatanya. Di situ belum saya lihat abang saya terluka," tuturnya.

Setibanya di dekat rumahnya, Rio pun roboh dengan luka tusukan di bagian dada. Sebelumnya, ia sempat berteriak meminta tolong dan didengar oleh Orita.

"Yang saya dengar di sini, dia di depan rumah neneknya minta tolong. Saya dengar sama beberapa warga langsung keluar. saya lihat, korban megang ulu hatinya. Kami tanya kenapa, dia bilang ditikam Arif," sambung Orita lagi.

Mendengar itu, Orita pun memberitahu orang tua Rio yang langsung mengepung dan menangkap Arif.

"Di situ saya panggil ayahnya, terus ayahnya mengepung pelaku dan menangkapnya," ujarnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN