19.2 C
New York
Sunday, April 21, 2024

18 Ekor Sapi di Deli Serdang Diduga Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

Deli Serdang, MISTAR.ID

Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang menyebutkan sebanyak 18 ekor sapi di Deli Serdang diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Untuk memastikannya, pihaknya telah mengirim 18 sample sapi tersebut ke Surabaya.

“Benar ada 18 sapi yang kita duga terjangkit PMK. Samplenya sudah kita kirim ke Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan baru kita ketahui apakah sapi tersebut memang terjangkit PMK,” kata Kadis Pertanian Deli Serdang, Rahman Saleh Dongoran kepada Mistar, Jumat (13/5/22).

Dijelaskan Dongoran, yang sudah terduga PMK ada di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Galang sebanyak 6 ekor,Tanjung Morawa 8 ekor dan di Kecamatan Percut
Seituan 4 ekor.

Baca juga: 49 Ekor Sapi di Aceh Besar Terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku

Sedangkan ciri-ciri penyakit PMK ditandai dengan adanya pembentukan vesikel/lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku. Penyakit ini, tambahnya, disebarkan melalui udara dan kontak fisik dari hewan yang sakit. Virus ini cepat menyebar tergantung pada suhu lingkungan dan kelembaban.

Dikatakannya, hewan yang terinfeksi virus ini umumnya akan depresi, enggan bergerak dan hilangnya nafsu makan. Hal ini mengakibatkan menurunnya produksi susu turunnya berat badan, juga buruknya pertumbuhan. Walaupun jarang mengakibatkan kematian, tapi pada hewan muda dapat mengakibatkan kerusakan kuku permanen dan mastitis (peradangan) kronis.

“Hewan-hewan ternak yang rentan tertular yaitu sapi, kerbau, unta, gajah, rusa, kambing, domba dan babi,” katanya seraya menyebutkan bahwa terkait penyakit mulut dan kuku pada ternak ini baru muncul di Deli Serdang sebelum Lebaran kemarin.

Baca juga: Deteksi PMK, Peternak Diimbau Kandangkan Sapi

Meski demikian, dia meminta masyarakat agar tidak panik. Karena virus ini tidak menular ke manusia. Sedangkan daging hewan yang terkena PMK aman dikonsumsi dengan cara
masak yang benar. Pihaknya telah turun langsung melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan sejumlah pihak. Upaya ini untuk pencegahan hingga penanggulangan.

“Kita menghimbau kepada para peternak, jika ada mendapatkan ciri-ciri PMK terhadap ternaknya agar segera memberi tahu kepada kita dan ternak tersebut tidak dikeluarkan. Jadi cukup di kandang dulu. Karena diperkirakan semua ternak yang berkuku dua bisa
terjangkit,”ungkapnya. (rinaldi/hm09)

Related Articles

Latest Articles