Puncak Belanja H-2 Idulfitri: Harga Pangan di Sumut Terkendali, Cabai Merah Anjlok Tajam

Pedagang bahan pokok di Pasar Kampung Lalang. (Foto: Amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Aktivitas belanja masyarakat di wilayah Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan, mencapai puncaknya pada Kamis (19/3/2026). Meskipun permintaan melonjak hingga dua kali lipat dibanding hari normal, harga mayoritas kebutuhan pokok terpantau masih sangat terkendali, bahkan beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga yang signifikan.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menjelaskan stabilnya harga ini merupakan dampak positif dari berbagai intervensi pasar yang dilakukan pemerintah.
Menjelang Idulfitri yang diprediksi jatuh pada Jumat (20/3/2026), masyarakat terpantau menyerbu pasar untuk membeli komoditas utama seperti telur, daging, dan bumbu dapur.
Daging ayam terpantau stabil di kisaran Rp40.000 hingga Rp44.000 per kg, daging sapi mengalami kecenderungan naik tipis namun tetap terkendali di rentang Rp135.000 hingga Rp145.000 per kg (naik dari batas bawah Rp130.000 pada hari sebelumnya).
Bawang merah naik dari Rp32.000 menjadi Rp36.000 per kg, sementara bawang putih naik tipis dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kg. Berbeda dengan bumbu dapur lainnya, cabai merah justru mengalami terjun bebas di tengah tingginya permintaan. Harga komoditas ini merosot ke angka Rp25.000 per kg dari posisi sebelumnya Rp32.000 per kg.
"Penurunan tajam cabai merah hari ini terjadi karena kenaikan persediaan yang mampu melampaui potensi permintaan jelang Idulfitri. Secara keseluruhan, realisasi harga saat ini bahkan lebih rendah dibandingkan harga menjelang Ramadan kemarin," kata Gunawan, Kamis (19/3/2026).
Gunawan menilai stabilitas harga di tengah puncak konsumsi tahunan ini tidak lepas dari peran pemerintah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), terutama untuk komoditas strategis seperti daging sapi dan daging ayam. GPM terbukti ampuh meredam spekulasi harga yang biasanya liar di H-2 Lebaran.
Mengingat pola pasar yang unik saat Lebaran, Gunawan menyarankan masyarakat untuk menyelesaikan urusan belanja dapur pada hari ini. Kamis (19/3/2026) puncak belanja dengan stok melimpah dan Jumat (20/3/2026) hingga Minggu (22/3/2026) banyak pedagang menutup lapak. Ketidakseimbangan pasar (sedikit penjual, banyak pembeli) seringkali memicu kenaikan harga yang "diluar nalar".
"Disarankan masyarakat untuk tidak banyak berbelanja di hari Lebaran hingga H+2. Lebih baik penuhi kebutuhan hari ini saat harga masih rasional dan stok tersedia banyak," ucapnya.












