26.8 C
New York
Monday, June 24, 2024

KPPU Masih Temukan Bawang Putih dan Bawang Merah di Medan Dijual di Atas HET

Medan, MISTAR.ID

Menyikapi kenaikan harga bawang putih dan sejumlah harga bahan pokok lainnya yang terjadi beberapa waktu terakhir, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I melakukan peninjauan lapangan dan monitoring di pasar tradisional Kota Medan yakni Pasar Petisah Medan dan Pasar Raya MMTC Medan, Minggu (19/5/24).

Dari hasil monitoring tersebut, tim masih menemukan kenaikan harga komoditas bawang putih dan bawang merah di pasar tersebut. Harga bawang putih dari hasil survei ada direntang harga Rp38.000, Rp40.000 hingga Rp42.000 per Kg. Sedangkan untuk harga bawang merah Rp50.000 hingga Rp52.000 per Kg.

“Ini relatif di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Bapanas. Kalau Bapasan HET itu Rp32.000. Memang ini fenomenanya secara nasional untuk harga bawang putih, termasuk juga bawang merah. Kalau bawang putih sendiri berdasarkan pantauan kita sudah beberapa waktu ini relatif stabil di Rp40.000,” kata Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas usai melakukan monitoring harga di Pasar Petisah Medan.

Baca Juga : Sudah Sepekan, Harga Bawang Bombay Beranjak Naik di Medan

Terhadap temuan ini, Ridho selanjutnya akan mengecek ke pihak distributor atau importir, apakah memang ada kesulitan importir yang belum merealisasikan izin impornya.

“Lalu di gudang apakah ada kesulitan mendapatkan barang atau malah ada penahanan pasokan di sana. Bawang merah juga masih tinggi Rp50.000-Rp52.000, ini karena barang diambil dari Jawa dan juga ini masalahnya cukup lama. Biasanya karena supply and demand dan permasalahan sempat banjir di Brenes yang membuat terganggunya pengiriman barang,” terang Ridho.

Baca Juga : Harga Bawang Putih Tidak Wajar, KPPU Segera Panggil Importir dan Distributor

Di sisi lain, pantauan untuk harga gula pasir ada di bawah HET. Ridho sempat menduga harga tinggi ternyata masih murah di kisaran Rp17.000 untuk gula pasir curah. Padahal, di beberapa kota lain terpantau tinggi.

“Jadi ini masih dalam situasi memantau saja. Kalau di luar kota lain tinggi kenapa di sini masih terjaga harganya, karena yang menahan kenaikan harga lantaran penurunan daya beli masyarakat. Termasuk pasca lebaran harga tidak melonjak karena penurunan harga di masyarakat. Jadi memang harus cari cara agar masyarakat memiliki daya beli lagi,” katanya.

Pantauan atau monitoring pasar yang dilakukan KPPU hari ini juga secara serentak digelar di tujuh kantor wilayah lainnya. Tujuannya untuk kompilasi dan mengumpulkan data ke pusat sebagai bahan pertimbangan. Dalam monitoring ini ikut serta pula pihak Perum Bulog Sumut yang diwakili Manager Operasional Bulog Sumut Erlina Wita Rambe dan Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin. (anita/hm24)

Syahrial Siregar
Syahrial Siregar
Alumni STIK-P Medan. Menjadi jurnalis sejak 2008 dan sekarang redaktur untuk portal mistar.id

Related Articles

Latest Articles