Friday, June 5, 2026
home_banner_first
BUDAYA

BPK Wilayah II Sumut Dorong Produksi Film Budaya Sebagai Upaya Pelestarian

Mistar.idSabtu, 15 November 2025 20.19
journalist-avatar-top
SH
bpk_wilayah_ii_sumut_dorong_produksi_film_budaya_sebagai_upaya_pelestarian

Kepala BPK Wilayah II, Sukronedi. (foto: susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara (Sumut) mendorong pembuatan film budaya sebagai strategi pelestarian warisan daerah. Hal itu disampaikan Kepala BPK Wilayah II, Sukronedi, saat membuka gala premier empat film kebudayaan di CGV Focal Poin, Sabtu (15/11/2025).

Ia mengatakan, sebenarnya kewenangan memproduksi film berada di naungan Direktorat Perfilman, Musik, dan Media. Namun, kebutuhan akan konten dokumenter membuat BPK mencari format yang memungkinkan.

“Kita ada bioskop keliling, filmnya itu nggak ada. Ada kita minta, tapi ada batas waktunya. Jadi memang kami berembuk bagaimana kita bisa membuat film, tapi nama judulnya untuk dokumenter. Itu kita upayakan, karena kita tahu potensi Sumatera Utara itu luar biasa,” kata Sukronedi.

Tahun ini, BPK merilis empat film dokumenter yang masing-masing berdurasi 25 menit di antaranya Dendang Rindu, Deru Mesin, Ketoprak Dor, dan Manguras Tao. Sukronedi menegaskan pembuatan film akan dilakukan setiap tahun. Ia juga meminta komunitas film Sumut untuk terus berpartisipasi.

Ia menambahkan, pihaknya berencana mengembangkan dokumenter berdurasi lebih panjang, minimal satu jam, termasuk kemungkinan membuat format dokudrama agar lebih mudah dicerna penonton. Menurutnya, pendekatan itu diperlukan agar film budaya tidak terasa monoton.

Mengenai proses pemilihan sineas, Sukronedi mengatakan film tahun ini dibuat bersama mitra yang sudah pernah bekerja sama dengan BPK. Untuk tahun berikutnya, ia membuka peluang bagi sineas lain untuk mengajukan ide.

“Teman-teman sineas nanti kita kumpulkan, mereka mengusulkan konsep, lalu kita diskusikan untuk pelestarian budaya melalui film. Tahun ini empat (film). Tahun depan ya minimal sama atau lebih banyak. Tergantung nanti anggaran dari pemerintah,” ucapnya. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN