Friday, July 10, 2026
home_banner_first
SUMUT

Tahun 2025, Pendapatan Parkir di Toba Menurun Drastis

Mistar.idSenin, 18 Mei 2026 pukul 19.31 WIB
tahun_2025_pendapatan_parkir_di_toba_menurun_drastis

Kepala Dinas Perhubungan Toba, Dicky Tampubolon. (Foto: Nimrot/mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba dari parkir bakal mengalami penurunan drastis dampak pengurangan tenaga honorer dan terlebih tutupnya salah satu perusahaan terbesar (berskala internasional) di Kecamatan Parmaksian.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Toba, Dicky Tampubolon, mengatakan perparkiran yang ada di kabupaten ini masih dikendalikan Dinas Perhubungan dan secara rutin setiap harinya ada pemasukan terbesar dari empat kecamatan, seperti Kecamatan Parmaksian, Porsea, Laguboti dan Balige.

"Tetapi, hampir 40 persen pendapatan dari parkir bakal menurun tahun ini. Untuk Kecamatan Parmaksian telah berkurang 30 persen pendapatan parkir sejak tutupnya (tidak beroperasi) salah satu perusahan yang ada di kecamatan tersebut," kata Dicky, Senin (18/5/2026).

Lanjut Dicky, diperkirakan penurunan parkir akan melebihi dari 40 persen sebab adanya aturan baru tidak bisa merekrut tenaga honorer untuk dipekerjakan sebagai juru parkir (jukir) di tiga kecamatan seperti, Porsea, Laguboti dan Balige.

"Saat ini jukir kita di tiga kecamatan tersebut masih kita berdayakan dari masyarakat sekitar, karena tidak digaji dari APBD Toba dampaknya mereka tidak maksimal bekerja sebagai jukir, intinya setengah hati bekerja tanpa memiliki tanggungjawab untuk mencapai target," ujarnya.

Dikatakannya, kendati demikian akan diupayakan membuka kantong-kantong parkir di tiga kecamatan tersebut agar penghasilan daerah dari parkir dapat dimaksimalkan setelah hilangnya satu kecamatan sebagai pendapatan dari parkir.

"Selain pemberdayaan dari terminal mini di Balige akan dikembalikan fungsinya sebagai tempat parkir, dimana selama ini dijadikan lapak berjualan, selanjutnya direncanakan seluruh kecamatan yang ada di kabupaten ini akan diupayakan pemungutan parkir saat onan (pekan) sekali dalam sepekan," katanya.

Menurut Dicky, penurunan pendapatan parkir memang sangat dirasakan di kecamatan penghasil parkir akibat tutupnya perusahaan besar di Kecamatan Parmaksian. Untuk Kecamatan Parmaksian sendiri pendapatan menjadi nol, dilanjutkan kecamatan Porsea dan juga Laguboti mengalami penurunan.

"Masih untung ada Kecamatan Balige yang mampu menutup sedikit pengurangan pendapatan parkir yang terjadi di tiga kecamatan tersebut, sebab Balige masih menjadi pemasok pendapatan parkir terbesar di Toba. Makanya kita akan berlakukan kutipan parkir di tiap kecamatan selama onan," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN