Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Polda Sumut: 80 Korban Banjir dan Longsor Masih Hilang, 352 Orang Meninggal Dunia

Mistar.idSenin, 15 Desember 2025 pukul 19.48 WIB
polda_sumut_80_korban_banjir_dan_longsor_masih_hilang_352_orang_meninggal_dunia

Kondisi lokasi bencana alam di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan usai dilanda banjir bandang. Kini Provinsi Sumut resmi memperpanjang status masa tanggap darurat hingga dua pekan ke depan. (Foto: Dokumen/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Siti Rohani Tampubolon mengatakan, hingga Senin, 15 Desember 2025, jumlah korban banjir dan longsor yang masih belum ditemukan atau dinyatakan hilang sebanyak 80 orang.

Ke-80 yang hilang itu di antaranya, satu orang di Kabupaten Humbang Hasundutan, satu orang di Kota Sibolga, dan 20 orang di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

"Kemudian, sebanyak 56 orang masih belum ditemukan di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan dua orang dari Kabupaten Tapanuli Utara (Taput)," ujar AKBP Siti Rohani Tampubolon, saat dihubungi MISTAR melalui WhatsApp, Senin (15/12/2025).

Selain korban yang masih dinyatakan hilang, lanjut Siti, terdapat 352 orang korban yang dinyatakan meninggal dunia, 580 orang mengalami luka berat, dan 156 orang mengalami luka ringan. Sementara itu, untuk korban meninggal dunia, terang Siti, seluruhnya telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

“Untuk jumlah keseluruhan korban sebanyak 1.168 orang. Di antaranya, 352 orang meninggal dunia, 580 orang mengalami luka berat, 156 orang mengalami luka ringan, dan 80 orang masih dalam pencarian atau hilang,” terang Siti.

Ditambahkan Siti, dalam penanggulangan bencana ini pihak kepolisian telah menurunkan sebanyak 2.683 personel gabungan. Rinciannya, 953 personel dari Polda Sumut, 1.063 personel siaga Polda Sumut, 137 personel BKO dari Mabes Polri, serta 530 personel dari polres jajaran.

Tak hanya itu, kata AKBP Siti, Polri juga telah melakukan berbagai upaya di lokasi bencana, mulai dari evakuasi, pencarian korban, hingga pendistribusian logistik makanan di wilayah-wilayah terisolasi. Salah satunya dengan mengirimkan bantuan sosial menggunakan helikopter yang melakukan hover sekitar satu meter di atas daratan di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapteng.

“Selain itu, personel melakukan pengecekan kedatangan dan keberangkatan barang logistik di masing-masing posko. Personel Direktorat Samapta juga melaksanakan pembersihan rumah warga, membantu pemindahan barang logistik di posko, serta melakukan pencarian dan pertolongan korban,” ujar Siti mengakhiri. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN