Saturday, October 24, 2026
home_banner_first
SUMUT

Gerakan Pangan Murah di Toba Bakal Digelar Bergilir untuk Kendalikan Harga

Mistar.idSabtu, 24 Oktober 2026 pukul 19.45 WIB
gerakan_pangan_murah_di_toba_bakal_digelar_bergilir_untuk_kendalikan_harga

Kepala Dinas Koperindag Toba, Sofian Sitorus. (Foto: Nimrot/Mistar)

‎Toba, MISTAR.ID - Dinas Koperindag Kabupaten Toba akan secara reguler melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan melakukannya secara bergantian di kecamatan yang ada di kabupaten. Adapun saat ini Dinas Koperindag tinggal menunggu pemenuhan stok barang yang akan dijual kepada masyarakat.

‎‎Kepala Dinas Koperindag Toba, Sofian Sitorus, mengatakan hingga saat ini pihaknya sedang tahap persiapan seperti jadwal pelaksanaan, termasuk ketersediaan atau stok sembako.

‎‎"Sebelum kita menggelar GPM tentu harus tersedia produk kebutuhan masyarakat, seperti sembako yaitu telur, minyak goreng dan beras, termasuk juga komoditi pertanian yaitu, cabai, bawang dan lainnya, sehingga dapat dilakukan secara regular dilaksanakan di kabupaten ini," ujarnya, Sabtu (24/10/2026).

Sofian mengingatkna masyarakat bahwa pelaksanaan GPM bukan hanya diperuntukkan kepada masyarakat miskin, tetapi tujuan utama digelarnya adalah pengendalian harga untuk menekan inflasi.

‎"Tentu GPM akan memiliki efek domino yang mempengaruhi harga pasar menjadikan stabil, dan tentu saja selain mempengaruhi harga pasar juga sangat berpengaruh terhadap masyarakat miskin karena harga yang kita terapkan sesuai dengan harga distributor dan kita dari dinas tidak mengambil keuntungan Rp1 pun dalam penjualan setiap produk," katanya.

Dia mengatakan, sebelum dilaksanakan pasar murah, pihaknya terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa tidak ada pembatasan pembeli dari Desil tertentu.

‎"Artinya seluruh lapisan masyarakat dapat melakukan pembelian di GPM, hanya saja ada pembatasan jumlah pembelian untuk menghindari adanya perbuatan curang dengan memborong seluruh produk yang dijual murah, sehingga masyarakat lain terlebih ekonomi kurang mampu tidak kebagian berbelanja," tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN