BI Siantar Gelar Digi Campus


bi siantar gelar digi campus
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Untuk meningkatkan dan memberdayakan peran millenial dalam mendukung pemulihan ekonomi melalui digitalisasi, Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar menggelar kegiatan Digi Campus di Auditorium Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Rabu (30/3/22).
Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Prof Dr Sanggam Siahaan MHum. Ia menjelaskan bahwa QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) hasil kerjasama antara BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia.
“Dari namanya, QRIS dapat dipahami sebagai teknologi. Metode pembayaran digital saat ini sedang menjadi tren seiring besarnya penggunaan teknlogi, terlebih masyarakat yang ingin praktis dan efisien saat melakukan pembayaran. QRIS memungkinkan semua orang yang punya alat pembayaran, mulai e-walet sampai mobile banking, bisa melakukan transaksi,” tuturnya.
Baca juga:Bank Indonesia Fasilitasi Riset Ilmiah USU
Saat ini dengan QRIS, lanjut Sanggam, seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara manapun, baik bank dan non bank yang dipergunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi berlogo QRIS. “Kegunaan QRIS adalah memfasilitasi transaksi non tunai yang semakin marak digunakan masyarakat agar efisin dan efektif,” tukasnya.
Dipenghuujung kata sambutannya, Sanggam mengutip tema dari G-20. “Semoga kegiatan digi campus ini bersama Bank Indonesia bermanfaat bagi kita semua, terakhir saya mengutip tema utama G-20 dari presiden, Indonesia yang dapat kita jadikan spirit pemulihan ekonomi global, khususnya ekonomi Indoensia yaitu, ‘Recover Together And Recover Stronger’,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Teuku Munandar dalam sambutannya yang melakukan pemaparan dengan visualisasi dalam bentuk tayangan slide, menegaskan bahwa perkembangan teknologi itu harus diikuti dan dilakukan, bila tidak akan tergilas oleh teknologi. “Dulu ada tempat yang menyewakan video atau LCD, sekarang di era teknologi, gulung tikar,” ujarnya.
Untuk itu, Teuku, mengajak para mahasiswa dan hadirin lainnya yang mengikuti Digi Campus baik secara offline maupun online, bersahabat dengan teknologi. Melalui tayangan slidenya, Munandar menjelaskan bahwa saat ini ada taksi yang tidak ada pengemudinya di Amerika, demikian juga dengan penyiar berita yang menggunakan robot, serta pengiriman paket dengan menggunakan drone.
“Teknologi juga sudah merubah sektor perbankan dan keuangan, kita bisa melihat bagaimana teknologi diterapkan dalam perbankan untuk melayani nasabahnya. Kalau orang mau buka rekening, penukaran uang valas tanpa orang. Ini salah satu contohnya di Inggris,” ujar Teuku menjelaskan bagaimana teknologi mendisrupsi dunia perbankan dan keuangan.
Lebih lanjut, Teuku mengatakan bahwa pandemi Covid-19 semakin mempercepat bagaimana penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. “Bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa pandemi ini menarik lebih cepat teknologi, 7 tahun lebih awal. Sebelumnya, katanya meeting pakai zoom itu, akan dipakai 7 tahun ke depan. Tapi karena pandemi, jadi 7 tahun lebih awal,” ujarnya.
Melihat hal itu, kata Teuku, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pandemi itu sebagai momentum untuk melakukan transformasi digital di Indonesia. “Jadi beliau telah menentukan ada lima langkah untuk percepatan transformasi digital, salah satunya siapkan kebutuhan SDM talenta digital. Nah ini ada kaitannya sama adek-adek mahasiswa yang hadir pada hari ini,” ujarnya.
Populasi penduduk Sumatera Utara, kata Teuku, kaum milenial mulai usia 20 sampai 40 tahun menguasai populitas. “Jadi sekarang ini zamannya milenial, anak-anak muda yang paling banyak penduduk sumatera utara, dan mereka adalah pelaku ekonomi. Jadi merekalah yang menentukan keberhasilan kita,” ungkapnya.
Baca juga:Implementasi QRIS Terbaik, Sumut Raih Bank Indonesia Award 2021
“Inilah pentingnya mahasiswa sebagai penggerak digitali kita di Indonesia. Transformasi digital sistem pembayaran semakin cepat, Bank Indoensia meresponnya dengan mengeluarkan blue print sistem pembayaran 2025, ada BI Fast, hanya Rp2.900, transaksi bisa kapan saja, sabtu minggu pun bisa, langsung masuk ke rekeningnya. Ada lagi QRIS yang gampang digunakan,” bebernya.
Hal itulah, kata Teuku, yang mendorong BI membuat program kegiatan Digi Campus supaya semakin menambah wawasan para mahsiswa agar terbiasa dengan transaksi digital. Dalam kegiatan Digi Campus akan diadakan lomba yang diikuti 11 Univertas di wilayah kerja Bank Indonesia Pematangsiantar, Sisibataslabuhan yaitu Siantar, Simalungun, Tanjungbalai, Batubara, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, baik secara online maupun offline.
“Nanti, kampus yang memiliki tingkat indeks tertinggi akan mendapatkan program sosial Bank Indonesia berupa Digi Corner dan uang juga dalam bentuk uang tunai yang digunakan untuk pengembangan atau perluasan digitalisasi kampus. Selain itu ada juga hadiah menarik lainnya, silahkan adek-adek mengikuti lombanya,” ujar Teuku yang meminta para hadirin untuk mengikuti film singkat, bagaimana pengemis sudah menggunakan non tunai.
Selanjutnya, Plt Wali Kota Pematangsiantar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli bidang Pemerintahan, Happy Oikumenis Daely mengapresiasi kegiatan itu dan menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mendorong program Nasional Non Tunai dengan membangun sistem pembayaran yang sehat, inklusif, dan aman. (ferry/hm06)