Truk Angkut Sawit Lebihi Tonase Resahkan Pengendara di Jalur Siantar – Saribudolok

Truk mengangkut TBS melintas di ruas jalan Siantar-Saribudolok.(foto: Indra/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Sebuah truk bermuatan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sering terlihat melintas di Jalan Siantar –Saribudolok, tepatnya di areal kebun PTPN IV Marjandi membuat warga resah. Pasalnya truk angkut sawit tersebut melebihi tonase atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
Dari pantauan di lokasi, truk tersebut tampak mengangkut sawit hingga melebihi tinggi bak kendaraan. Sawit terlihat tanpa penutup yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain jika terjadi pergeseran atau tumpahan di badan jalan.
"Kalau pas di tikungan atau jalan rusak, buahnya bisa saja jatuh. Kami yang naik sepeda motor ini paling rentan," ujar seorang pengguna jalan, Andi, Jumat (13/2/2026).
Dilanjutkannya, aktivitas angkutan hasil perkebunan di kawasan PTPN IV Marjandi memang menjadi denyut ekonomi masyarakat sekitar.
“Di sisi lain, kepatuhan terhadap regulasi tonase dan dimensi kendaraan menjadi tanggung jawab bersama agar kepentingan ekonomi tidak mengorbankan keselamatan serta infrastruktur publik,” tuturnya.
Warga sekitar kebun, Suryani, menilai praktik angkutan sawit dengan muatan berlebih bukan hanya membahayakan keselamatan.
"Kalau terus dibiarkan, bukan cuma jalan yang rusak. Nyawa orang juga bisa jadi taruhan," kata Suryani.
Jalan Siantar – Saribudolok sendiri merupakan jalur vital penghubung Kota Pematangsiantar dengan wilayah Kabupaten Simalungun. Selain kendaraan pengangkut hasil perkebunan, jalur ini juga dilalui angkutan umum, pelajar, hingga wisatawan.
Masyarakat berharap aparat terkait dan perusahaan perkebunan lebih tegas dalam memastikan kendaraan angkut mematuhi batas tonase dan standar keselamatan. (hm20)













