Masuk SD Kini Tak Harus Tunggu Usia 7 Tahun, Ini Syaratnya

Sejumlah peserta didik Sekolah Dasar (SD) membawa balon saat hari pertama masuk sekolah di SD Negeri Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/7/2024). (Foto: Antara)
Jakarta, MISTAR.ID
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka peluang bagi anak berusia di bawah 7 tahun bisa masuk Sekolah Dasar (SD). Namun, ada syarat khusus yang harus dipenuhi agar anak tetap bisa diterima dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Kebijakan ini dikonfirmasi Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, usai acara penandatanganan komitmen bersama SPMB Ramah di Jakarta.
Menurut Gogot, faktor utama bukan lagi semata usia, melainkan kesiapan anak mengikuti pembelajaran di bangku SD.
“Untuk SPMB SD ada pengecualian usia anak, tapi ada catatan. Jadi kuncinya adalah anak siap untuk mengikuti pembelajaran di SD,” ujarnya, dilansir dari Kompas.com, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, anak yang usianya belum mencapai 7 tahun tetap bisa mendaftar asalkan memiliki surat keterangan dari psikolog yang menyatakan kesiapan belajar anak tersebut.
Selain itu, Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa calon siswa SD tidak diwajibkan memiliki ijazah taman kanak-kanak maupun mengikuti tes membaca, menulis, dan berhitung atau calistung.
“Jadi tidak harus 7 tahun, tidak harus punya ijazah TK, tidak boleh ada tes calistung,” kata Gogot.
Kelonggaran aturan usia ini mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aaliyah. Ia menilai aturan lama soal batas minimal usia kerap menjadi hambatan bagi anak-anak yang sebenarnya sudah siap masuk SD.
Menurut Himmatul, DPR sebelumnya sempat menerima protes dari orang tua dan siswa karena ada anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan hanya akibat terkendala usia.
Ia juga menyebut revisi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional atau Sisdiknas nantinya akan mempertegas bahwa usia tidak lagi menjadi penghalang utama untuk memperoleh pendidikan dasar.
“Karena bagaimanapun kecerdasan seseorang bervariasi. Ada yang memang sudah jenius di usia 5 tahun,” ujarnya.
Meski begitu, Himmatul mengingatkan bahwa tetap harus ada bukti atau penilaian profesional yang menunjukkan kesiapan akademik dan psikologis anak sebelum diterima masuk SD lebih awal. (hm20)













