Usai Terkena Flare, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Akui Telinga Sakit dan Lutut Terbakar

Kiper Timnas Indonesia sekaligus klub Cremonese, Emil Audero, mengalami cedera setelah ledakan suar di lapangan pada laga Serie A Italia antara US Cremonese dan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Cremona, Italia utara. (foto: AFP/mistar)
Cremona, MISTAR.ID
Kiper timnas Indonesia, Emil Audero, mengungkapkan perasaannya setelah mengalami insiden dilempar petasan (flare) saat berlaga melawan Inter Milan di pekan ke-23 Liga Italia 2025-2026.
Insiden tersebut terjadi saat timnya tertinggal 0-2 pada Minggu (1/2/2026) dini hari WIB. Di babak pertama, Inter Milan sudah mencetak dua gol melalui Lautaro Martinez (16’) dan Pioter Zielinski (31’).
Memasuki babak kedua, kedua tim berganti sisi lapangan, dan saat itu kiper Cremonese berada di area tribune pendukung lawan. Pada menit ke-48, petasan dilemparkan ke arah kiper berusia 29 tahun itu, menyebabkan ledakan yang cukup keras.
Ledakan tersebut membuat Audero terjatuh dan pertandingan terpaksa dihentikan untuk memberikan perawatan medis. Meskipun sempat dirawat, ia melanjutkan permainan hingga laga berakhir.
Usai pertandingan, kiper yang berasal dari Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu mengungkapkan keluh kesahnya tentang kejadian yang menimpanya. Dalam video yang diunggah oleh Cremonese, ia mengucapkan terima kasih kepada para penggemar yang peduli terhadapnya.
“Halo semuanya, ini hanya pesan untuk mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang menulis kepada saya untuk menanyakan kabar saya,” kata Audero, dikutip dari Football Italia, Selasa (3/2/2026).
Meskipun mengalami rasa sakit, kiper yang pernah bermain untuk Juventus ini tetap dapat berlatih keesokan harinya. “Saya baik-baik saja, meskipun saya merasakan sakit yang hebat di telinga dan sensasi terbakar di lutut saya,” tuturnya.
Audero Bisa Langsung Berlatih Ia berharap insiden semacam itu tidak terulang di masa mendatang, karena dapat berakibat fatal bagi pemain. “Saya berhasil berlatih hari ini dan merasa lega, karena setelah melihat rekamannya, situasinya bisa jauh lebih buruk,” ujarnya.
“Saya senang semuanya berjalan lancar, terlepas dari semua itu. Sayangnya, hal-hal seperti ini masih terjadi, tetapi saya berharap hal ini akan berhenti di masa mendatang,” ucapnya.
Insiden tersebut juga memicu reaksi dari pemain dan petinggi Inter Milan. Presiden Inter Kecam Pelemparan Petasan Presiden Inter, Giuseppe Marotta, mengutuk tindakan tersebut dan menyatakan bahwa insiden itu jauh dari nilai-nilai olahraga.Sementara itu, kapten tim Lautaro Martinez juga meminta agar kejadian ini tidak terulang lagi, karena dapat berisiko bagi orang lain.
PREVIOUS ARTICLE
Catat! Jadwal Lengkap PSMS di Putaran Ketiga Championship














