Inggris vs Serbia: Dominasi Total dan Magis Eberechi Eze Warnai Kemenangan di Wembley

Ilustrasi, Inggris vs Serbia: Dominasi Total dan Magis Eberechi Eze Warnai Kemenangan di Wembley. (foto:google/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Timnas Inggris kembali menunjukkan kelasnya. Pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2025, Jumat (14/11/2025) pagi WIB, pasukan Thomas Tuchel meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Serbia di Wembley. Meski tak sepenuhnya tampil agresif, Inggris memperlihatkan kontrol permainan dari awal hingga akhir, sekaligus mempertahankan rekor sempurna: tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan.
Kemenangan ini lahir dari kombinasi ketenangan, kedewasaan bermain, serta penyelesaian akhir yang tajam melalui Bukayo Saka di babak pertama dan Eberechi Eze lewat gol spektakuler pada menit akhir.
Babak Pertama: Dominasi, Kesabaran, dan Efektivitas Inggris
Inggris memulai laga dengan tempo terukur. Serbia mencoba menahan intensitas tuan rumah melalui blok pertahanan rapat, namun momentum berubah pada menit ke-25 ketika Rashford membuka peluang jelas yang memaksa Rajkovic melakukan penyelamatan pertama.
Tiga menit kemudian, kebuntuan pecah.
Gol Bukayo Saka (28’) – Tekanan Berbuah Poin
Kesalahan Serbia dalam mengantisipasi dua umpan silang beruntun dari Rice dan O’Reilly membuat bola memantul ke arah Saka. Dengan ketenangan penuh, winger Arsenal tersebut melepaskan volley terukur ke pojok jauh. Efisien, klinis, dan sangat tipikal Saka.
Inggris nyaris menggandakan keunggulan empat menit setelahnya ketika O’Reilly memaksa defleksi yang mengenai tiang, sementara Serbia hanya sesekali mengancam lewat transisi cepat.
Cederanya Ivan Ilic pada menit ke-39 memperburuk situasi Serbia. Hingga jeda, Inggris mendominasi dengan 0.45 xG berbanding 0.05 xG milik Serbia dan menguasai jalannya pertandingan tanpa tekanan berarti.
Babak Kedua: Serbia Mencoba Bangkit, Eze Menutup Panggung
Serbia tampil lebih berani setelah turun minum. Peluang terbaik mereka datang dari Dusan Vlahovic pada menit ke-62—sebuah backheel berkelas memanfaatkan umpan tarik Kostic yang sayangnya melebar tipis.
Namun Inggris tetap menjadi tim yang lebih matang. Foden dan Bellingham menghadirkan variasi serangan melalui kombinasi cepat, sementara Reece James menunjukkan kualitasnya dengan umpan-umpan progresif yang menembus tekanan Serbia.
Serbia Hampir Menyamakan Kedudukan
Peluang terbaik Serbia datang melalui Samardzic pada menit ke-81. Setelah bola memantul-mantul di kotak penalti, tembakan volley sang gelandang melayang tipis melewati tiang jauh. Wembley sempat terdiam.
Eberechi Eze: Super-Sub yang Mengubah Semua
Masuk sebagai pemain pengganti, Eberechi Eze langsung membawa energi baru. Beberapa menit setelah berada di lapangan, ia nyaris mencetak gol melalui sontekan cerdik yang membentur mistar gawang usai sedikit tersentuh Rajkovic.
Namun puncaknya datang pada menit ke-90.
Gol Spektakuler Eze (90’) – Golazo di Wembley
Berawal dari serangan balik cepat, Phil Foden mengirim umpan pendek yang sempurna ke jalur lari Eze. Tanpa kontrol, Eze melepaskan tembakan first-time melengkung ke pojok kanan atas.
Gol tersebut bukan hanya mempertegas kemenangan Inggris, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kedalaman skuad Tuchel mampu menghasilkan dampak besar dari bangku cadangan.
Statistik Kunci: Inggris Layak Menang
- Skor akhir: Inggris 2–0 Serbia
- xG: Inggris 1.33 – Serbia 0.43
- Peluang emas: Inggris memimpin secara konsisten
- Serangan Serbia: Terbatas pada momen transisi cepat
- Performa Inggris: Stabil, terkendali, dan dewasa
Opta bahkan mencatat peluang kemenangan Inggris mencapai 85,4%, mencerminkan dominasi dan efektivitas mereka.
Dampak pada Grup K dan Jadwal Berikutnya
Kemenangan ini menegaskan status Inggris sebagai kekuatan terbesar di Grup K, sekaligus mempertahankan rekor sempurna mereka. Dengan tiket Piala Dunia 2026 sudah di tangan, Tuchel tinggal merapikan komposisi terbaiknya menuju turnamen utama.
Sementara Serbia harus bekerja lebih keras untuk mengamankan posisi kedua. Meski jarak dengan Albania tipis, hasil di Wembley menunjukkan mereka masih kesulitan menghadapi tim-tim elite.
Jadwal Selanjutnya
- Inggris: tandang ke Tirana menghadapi Albania
- Serbia: menjamu Latvia di Leskovac
Inggris Semakin Matang, Serbia Butuh Solusi
Kemenangan ini memperlihatkan tiga hal penting:
- Inggris semakin dewasa secara taktik, tak perlu tampil meledak-ledak untuk mengontrol laga.
- Kualitas individu seperti Saka, Foden, dan Eze menjadi pembeda.
- Serbia masih belum mampu memecahkan blok sistemik Inggris, terutama dalam duel di Wembley.
Dengan momentum luar biasa ini, Inggris terlihat siap melangkah jauh di Piala Dunia mendatang.
(fotmob/ai/hm27)















