Thursday, March 27, 2025
home_banner_first
NASIONAL

Buntut Enam WNI Tewas di Saudi, DPR Minta Penyelenggaraan Umrah Dievaluasi

journalist-avatar-top
Senin, 24 Maret 2025 21.34
buntut_enam_wni_tewas_di_saudi_dpr_minta_penyelenggaraan_umrah_dievaluasi

Maman Imanulhaq. (f: ist/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Kecelakaan bus jemaah umrah di Arab Saudi yang menewaskan enam warga negara Indonesia (WNI) memicu perhatian dan keprihatinan. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanulhaq, menyampaikan belasungkawa sekaligus menekankan perlunya evaluasi terhadap penyelenggaraan umrah.

"Kami sangat berduka cita atas insiden kecelakaan bus yang terjadi antara Madinah dan Makkah yang mengakibatkan korban. Di dalamnya ada seorang anggota DPRD dari PKB, Bojonegoro, yaitu Mbak Eny," ujar Maman, Senin (24/3/2025).

Maman menegaskan bahwa penyelenggaraan umrah perlu dievaluasi secara serius, khususnya terkait dengan jaminan keselamatan alat transportasi yang digunakan oleh jemaah. Ia menyarankan agar sopir yang mengemudikan bus jemaah umrah harus memiliki sertifikasi yang sesuai.

"Keprihatinan ini membawa rasa duka yang mendalam, sekaligus juga memunculkan evaluasi serius terhadap penyelenggaraan umrah dan haji di masa depan. Alat transportasi yang digunakan jemaah umrah dan haji harus memenuhi standar keselamatan, termasuk sopirnya," katanya.

Anggota Komisi VIII yang membidangi urusan keagamaan ini juga mengingatkan bahwa kadang pengemudi tidak mengetahui rute perjalanan dan dapat melanggar aturan keselamatan. Hal ini perlu menjadi perhatian penting dalam evaluasi Komisi VIII DPR bersama pemerintah agar insiden serupa tidak terulang.

"Kita tahu bahwa dalam ibadah haji, kadang ada sopir yang tidak berpengalaman dan tidak melalui proses sertifikasi yang memadai. Mereka bahkan tidak tahu rute perjalanan dan melanggar aturan keselamatan. Ini tentu menjadi catatan penting," ucapnya.

Maman juga menekankan pentingnya peran pemandu (mutawwif) dalam memastikan sopir berhati-hati saat mengemudikan kendaraan yang membawa jemaah. Pemandu diharapkan aktif memeriksa kondisi kendaraan yang digunakan untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik.

"Begitu pula dengan para guides atau mutawwif yang harus selalu mengingatkan pengemudi untuk berhati-hati di jalan. Mereka juga harus memeriksa kondisi kendaraan yang akan dinaiki oleh jemaah," tutur Maman. (mtr/hm24)

REPORTER: