Friday, February 28, 2025
home_banner_first
MEDAN

Polisi Masih Selidiki Pelaku Penyiraman Diduga Air Keras di Sampali

journalist-avatar-top
By
Jumat, 28 Februari 2025 14.40
polisi_masih_selidiki_pelaku_penyiraman_diduga_air_keras_di_sampali

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan. (f:putra/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Polisi hingga kini belum mengungkap kasus tewasnya Abdi Karir alias Buyung alias Panjang, 47 tahun.

Warga Jalan Purwosari, Brayan Bengkel, Medan Timur itu tewas diduga disiram air keras, di Jalan Suriadi, Lahan Garapan Eks PTPN Dusun IX, Desa Sampali, Selasa (11/2/2025) dini hari lalu.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan menerangkan, pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan perihal kasus tersebut. Meski ada beberapa dugaan, namun hingga kini pihaknya belum berhasil menangkap pelaku.

"Ada dugaan-dugaan, tapi masih belum. Kita masih penyelidikan," ucapnya, Jumat (28/2/2025).

Gidion pun tak berbicara banyak perihal itu. Termasuk cairan yang diduga air keras, Gidion mengaku masih belum bisa menyimpulkan.

"Belum, nanti kita jelaskan," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, seorang pria tewas setelah tubuhnya diduga disiram air keras, di Jalan Suriadi, Lahan Garapan Eks PTPN Dusun IX, Desa Sampali, Selasa (11/2/2025) dinihari.

Sebelum tewas, pria bernama Abdi Karir alias Buyung alias Panjang, 47 tahun, itu sempat mendapat perawatan di rumah sakit Imelda.

Menurut kakak kandung Buyung, Rita Jahara, 52 tahun, saat peristiwa terjadi adiknya itu tidak pulang ke rumah. Paginya, ia dan keluarga mendapat kabar bahwa Buyung telah tewas di rumah sakit Imelda dan di evakuasi ke rumah sakit Bhayangkara guna kepentingan otopsi.

"Kami dapat kabar pagi. Ada temannya yang bilang sama kami. Karena sebelum meninggal, dia (Buyung) suruh kawannya untuk kabari keluarganya," ucap Rita ditemui di rumah duka, Rabu (12/2/2025).

Dilanjutkan Rita, saat peristiwa terjadi Buyung dikabarkan berboncengan dengan teman perempuannya. Tiba-tiba, orang tidak dikenal langsung menyiramkan cairan ke tubuh adiknya.

Akibatnya, sekujur tubuh Buyung melepuh. Sementara teman perempuannya tersebut tidak mengalami luka.

"Dari mulai dada sampai perut kena. Kalau perempuan itu tidak kena. Perempuan itu pun kami tidak kenal," katanya. (putra/hm25)