21.3 C
New York
Saturday, July 20, 2024

Penggunaan Gadget Berlebihan Bisa Akibatkan Kelainan Tulang Leher pada Anak

Medan, MISTAR.ID

Pendiri Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI), Ridha Dhamajaya mengatakan, dampak penggunaan gadget secara berlebihan dapat menyebabkan kelainan tulang leher pada anak. Hal ini dikarenakan seorang anak seringkali menggunakan gadget tidak pada posisi yang baik dan dengan durasi yang lama.

“Berat otak kita itu sekitar 2 persen dari berat tubuh, ditambah tulang rahang, kulit dan lainnya 5 kilogram. Kalau kita membungkuk beratnya bertambah dan kalau itu lama akan mempengaruhi tulang leher,” kata Ridha pada acara pelantikan Pengurus Pusat GGSI di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (12/8/2023).

Baca Juga: Radiasi Gadget Picu Kanker Kulit Pada Anak, Mitos atau Fakta?

Menurut dokter spesialis saraf itu, bila tidak diantisipasi sesegera mungkin, dapat menyebabkan saraf mati berujung pada kelumpuhan. Untuk itu, Ridha mengajak seluruh elemen terkhusus para orangtua mengambil peran penting dalam mengantisipasi segala efek negatif pada kesehatan anak.

“Sekarang anak usia dini sudah bisa menggunakan gadget, parahnya waktunya tidak dibatasi dengan posisi yang buruk. Ini bisa berdampak sangat buruk bagi anak kita sehingga sekarang sering kita temui ada anak-anak sudah sakit tulang belakangnya, tangan gemetar, mudah lelah dan lainnya,” ucapnya.

Baca Juga: Penggunaan Gadget Ponsel Hingga Smartwatch Dalam Kelas di Belanda Dilarang

Pada kesempatannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Ilyas Suharto Sitorus menyebut persaingan generasi muda saat ini sampai ke masa mendatang semakin ketat. Sehingga tidak hanya keunggulan kecerdasan dan moral yang penting, tetapi juga keunggulan secara fisik.

“Dampaknya kalau kebablasan bukan hanya psikis, tetapi juga kesehatan fisik. Karena kelamaan menggunakan gadget dapat mempengaruhi kesehatan fisik,” sebut Ilyas yang hadir mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Generasi saat ini, menurut Ilyas, dipersiapkan untuk membangun Provinsi Sumut. Terlebih Indonesia sedang mengalami bonus demografi yang perlu dikelola dengan baik dan mempersiapkan agar potensi tersebut maksimal. (jonatan/hm22)

Related Articles

Latest Articles