11.1 C
New York
Wednesday, February 28, 2024

Aktivis 98 Ingatkan Mahasiswa Jangan Mengacaukan Program Vaksinasi

Medan, MISTAR.ID
Aktivis 98 sangat menyesalkan terjadinya kericuhan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Utara di Gedung Olah Raga (GOR) Serbaguna, pada Selasa (3/8/21) lalu. Namun aktivis 98 mengingatkan, jangan menggiring opini seolah-olah Polda Sumut dipersalahkan.

“Kami ingatkan jangan menggiring opini dan membuat kegaduhan dengan menyudutkan Kapolda Sumut bersalah dalam pelaksaaan vaksinasi di GOR Pancing,” kata Ketua Majelis Wilayah Perhimpunan Pergerakan 98 Sumut Muhammad Ali Hotman Nasution, lewat telepon seluler, Sabtu (7/8/21).

Mantan aktivis Insitut Teknologi Medan (ITM) ini menanggapi pernyataan Gabungan Aliansi Organisasi Mahasiswa yang meminta Kapolri mengevaluasi kinerja Kapolda Sumut Irjen Panca Simanjuntak dan memberikan sanksi pencopotan dari jabatannya seperti disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara dan sejumlah elemen organisasi mahasiswa.

Baca juga: Ricuh Vaksinasi Massal di Gedung Serbaguna, Ini Penjelasan Kapolrestabes Medan

“Seharusnya pelaksaanan vaksinasi direncanakan matang apalagi dalam jumlah besar. Namun kejadian di GOR Pancing, tentu tidak disengaja sehingga tidak perlu ada pihak yang disudutkan apalagi sampai diminta untuk dicopot dari jabatan Kapolda Sumut. Kami justru melihat Polda sumut fokus membantu pemerintah untuk mempercepat vaksinasi massal. Jadi kami ingatkan mahasiswa yang tidak mau target vaksinasi berhasil, jangan mengacaukan situasi,” ujar Ali Nasution.

Dia dan aktivis yang berhimpun dalam Perhimpunan Pergerakan 98 menyebut, mahasiswa yang menolak vaksinasi, juga berada dibelakang penolakan pemberlakuan PPKM Darurat. Padahal, kata Ali, jika PPKM tidak dilakukan, korban akan semakin banyak dampak penyebaran virus corona yang sangat cepat di Sumut.

Baca juga: Gubernur Sesalkan Kerumunan Vaksinasi Massal di Gedung Serbaguna Pemprovsu

“Jika PPKM Darurat tidak dilakukan, rumah sakit akan kolaps. Coba datang dan lihat rumah sakit rujukan Covid-19 di Medan bagaimana penuhnya ruangan isolasi. Coba cek di situs sisrute.kemkes.go.id Kementerian Kesehatan jumlah pasien covid yang belum bisa diterima rumah sakit karena ruangan IGD penuh. Apa kita biarkan semua ini terjadi dengan memprovokasi penolakan PPKM. Kita semua terdampak PPKM Darurat, tapi tidak ada pilihan saat ini. Tidak boleh egois dalam bernegara,” kata Ali.

Dia mencurigai desakan mencopot Irjen Panca karena kericuhan vaksinasi di GOR Pancing dilaterbelakangi kinerja mantan Direktur Penyidikan KPK itu yang tegas membantu pemberantasan korupsi di Sumut. “Termasuk saat datang ke Kota Tanjung Balai memberikan semangat kepada penyidik KPK yang sedang mengusut kasus korupsi Wali Kota Tanjung Balai,” tambahnya. (Saut/hm06)

Related Articles

Latest Articles