Monday, July 20, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Pakai Cat Rambut Terlalu Sering? Ini Dampaknya Bagi Kesehatan Payudara

Mistar.idJumat, 7 November 2025 pukul 08.00 WIB
pakai_cat_rambut_terlalu_sering_ini_dampaknya_bagi_kesehatan_payudara

Ilustrasi mewarnai rambut. (foto:moirsalon/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Gonta-ganti warna rambut memang menjadi salah satu cara populer untuk tampil berbeda. Namun, di balik tren kecantikan tersebut, penggunaan pewarna rambut dan catokan ternyata dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Ahli onkologi radiasi, Dr. Chirag Shah, MD, menjelaskan bahwa produk pewarna rambut mengandung lebih dari 5.000 jenis bahan kimia yang berfungsi untuk menghasilkan warna dan daya tahan yang optimal.

“Di antara bahan tersebut terdapat zat karsinogen yang diketahui dapat memicu kanker,” ungkapnya, seperti dilansir dari sindonews, Kamis (6/11/2025).

Menurut Dr. Shah, bahan kimia dalam pewarna rambut dapat mengganggu kadar dan kerja hormon tubuh, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker. Beberapa zat kimia yang perlu diwaspadai antara lain amina aromatik, 3-amino-4-metoksianilin, 2-nitro-4-aminoanilin, dan 3-nitro-4-hidroksianilin.

Pewarna rambut permanen yang menguasai sekitar 80% pasar biasanya mengandung lebih banyak bahan kimia, dibandingkan jenis semi-permanen atau sementara. Warna yang lebih gelap pun cenderung memiliki konsentrasi bahan kimia dan karsinogen lebih tinggi.

Hal yang mengkhawatirkan adalah ketika pewarna rambut diaplikasikan langsung ke kulit kepala, karena bahan kimianya dapat terserap oleh tubuh.

Meskipun begitu, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penggunaan pewarna rambut pribadi “tidak dapat diklasifikasikan berdasarkan karsinogenisitas terhadap manusia.”

Namun, IARC menemukan adanya peningkatan risiko kanker bagi penata rambut dan tukang cukur yang sering terpapar bahan kimia pewarna. Paparan tersebut dikategorikan sebagai “kemungkinan karsinogenik.”

Penelitian dari National Institutes of Health (NIH) pada tahun 2019 juga menemukan kaitan antara penggunaan pewarna dan pelurus rambut kimia dengan peningkatan risiko kanker payudara. Studi tersebut melibatkan lebih dari 45.000 perempuan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang menggunakan pewarna rambut permanen secara rutin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan yang tidak menggunakan.

Peningkatan risiko bahkan mencapai 45% pada perempuan kulit hitam, sedangkan pada perempuan kulit putih hanya sekitar 7%.

Selain itu, penggunaan catokan rambut juga dapat menambah risiko. Beberapa catokan diketahui mengandung formaldehida, zat karsinogen yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 18%, terutama jika digunakan dalam 12 bulan terakhir.

Frekuensi penggunaan juga berpengaruh: mereka yang menggunakan catokan setiap 5–8 minggu memiliki risiko 31% lebih tinggi terkena kanker payudara.

Para ahli menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan produk pewarna dan pelurus rambut, serta memilih bahan yang lebih aman atau berbasis alami. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN