Monday, July 20, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Sebelum Ditangkap, Pelaku Pembunuhan di Patumbak Sempat Melarikan Diri ke Tanjung Balai Menggunakan Motor Korban

Mistar.idRabu, 19 November 2025 pukul 20.21 WIB
sebelum_ditangkap_pelaku_pembunuhan_di_patumbak_sempat_melarikan_diri_ke_tanjung_balai_menggunakan_motor_korban

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak saat menunjukkan barang bukti yang diamankan dari pelaku (foto: matius/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan bahwa setelah korban Bonio Raja Gajah ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Jumat, 14 November 2025, pihaknya melalui Satuan Reskrim Polrestabes Medan dan Unit Reskrim Polsek Patumbak langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengarah kepada satu orang pelaku bernama Muhammad Rasya Hasibuan alias SYA (18), yang merupakan teman dekat korban. Pada tahap awal penyelidikan, lanjut Calvijn, pihaknya mengetahui bahwa pelaku melarikan diri ke Kota Tanjungbalai menggunakan sepeda motor Honda Vario putih milik korban.

“Begitu kejadian, pelaku melarikan diri ke Tanjungbalai karena ada keluarganya di sana. Untuk uang bensinnya, dia menggunakan uang dari dompet korban,” ujar Calvijn, Rabu (19/11/2025) siang.

Setibanya di Tanjungbalai, pelaku membuang linggis, gunting, dan sejumlah barang bukti lainnya. Pada waktu yang sama, polisi juga tengah melakukan pengejaran menuju lokasi tersebut.

“Saat di Tanjungbalai, dia membuang alat yang digunakan seperti gunting dan linggis. Sementara kami sedang mengejar ke sana,” kata Calvijn.

Namun ketika polisi tiba di Tanjungbalai, pelaku menyadari keberadaan petugas, sehingga ia langsung kabur kembali menuju Kota Medan dan menuju rumah korban. Tidak ingin kehilangan jejak, tim lain yang sudah berjaga di Medan langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku pada Sabtu malam, 15 November 2025.

“Tim kedua sudah berjaga di Medan dan berhasil menangkap tersangka ketika hendak kembali ke rumah korban,” terang Calvijn.

Calvijn mengungkapkan bahwa motif utama pembunuhan tersebut adalah masalah ekonomi. Pelaku yang sedang terdesak kewajiban membayar cicilan motor kemudian merencanakan pembunuhan terhadap korban demi mendapatkan uang dan sepeda motor tersebut.

“Motifnya, tersangka memiliki tanggung jawab cicilan motor, sehingga ia memilih melakukan pembunuhan dan pencurian,” tutup Calvijn.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN