-1.7 C
New York
Sunday, February 25, 2024

Liput Tawuran, Puluhan Pelajar Keroyok Wartawan

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Puluhan pelajar STM dari salah satu sekolah swasta, yang ada di Jalan Kartini Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar mengeroyok tiga orang wartawan yang sedang meliput tawuran, Rabu (11/3/20) siang.

Ketiga wartawan dari media cetak lokal itu, adalah Yudha (30) wartawan harian Siantar24 Jam, Matius Gea (23) wartawan Metro Siantar dan Rizky M Harahap (21) wartawan Siantar24 New.

“Tadi kami dapat info tawuran di lapangan Adam Malik. Kami langsung ke lokasi, memang ada kejar-kejaran sampai ke arah Polres di Jalan Sudirman. Dari sana, para pelajar itu balik kanan, karena takut ada polisi,” tutur Matius yang ditemui di Polsek Siantar Barat.

“Waktu balik kanan, mereka melihat si Yudha memvideokan. Wartawan, wartawan, matikan aja itu kata mereka. Si Yudha dilempari batu, kena helmnya, baru ditunjangi orang itu. Aku takut, aku sembunyi, untung mereka tak melihat aku, karena aku memfoto sembunyi-sembunyi,” cecarnya.

Sementara itu, Yudha yang ditemui di Mapolres, mengaku menyelamatkan dirinya dengan lari ke arah eks Bioskop RIA. “Di situlah aku sembunyi,” tukas Yudha yang mengalami sakit di sekujur badannya akibat dianiaya oleh ratusan pelajar STM tersebut.

Belakangan, ternyata yang dianiaya para pelajar itu bukan hanya ketiga wartawan tersebut. Masih ada korban wartawan lainnya yang ikut dikeroyok, yakni Irfan Stewart Nahampun (25) wartawan media online Lintangnews.com.

Irfan dianiaya di Jalan Tombang Kecamatan Siantar Barat, saat akan mencari para pelaku bersama patroli dari Polsek Siantar Barat. Dimana saat itu patroli Polsek mencari di seputaran Jalan Kartini, sementara Irfan bersama wartawan lainnya mencari di Jalan Tombang.

“Tadi kami nyari mereka di Jalan Tombang, disitu kami malah dilempari. Waktu itu aku jatuh, aku langsung dikeroyok sama orang (para pelajar) itu. Untung aku bisa kabur dari situ,” cecar Irfan yang disaat kabur juga dilempari oleh para pelajar itu dengan batu.

Dimaafkan Wartawan

Terpisah RP, seorang pelajar kelas 1 STM yang berhasil diamankan salah seorang anggota Unit Jatanras Polres Pematangsiantar, awalnya tidak mengaku. Namun belakangan, karena dikenali sering ikut tawuran, RP akhirnya mengakui perbuatannya yang mengeroyok wartawan bersama para teman-teman satu sekolahnya.

“Tadi kami dapat kabar, kawan kami dipukuli anak sekolah lain di taman bunga (lapangan merdeka). Kami langsung kesana, yang mukuli kawan kami itu, kami kejar sampai depan Polres. Karena takut polisi, kami balik dan ketemu sama wartawan yang memvideokan kami itu,” cecar RP saat ditemui di Polsek Siantar Barat.

Karena masih di bawah umur, RP dibawa ke Mapolres Pematangsiantar untuk diproses Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA). Namun belakangan, atas kesepakatan para wartawan yang dikeroyok, para wartawan itu akhirnya memaafkan RP dan diantar ke rumah orangtuanya di Jalan Rakutta Sembiring Kecamatan Siantar Martoba.

Setibanya di rumah orangtua RP, ibu dari pelajar tersebut sempat jatuh pingsan melihat kedatangan Polisi dan para awak media yang jadi korban pengeroyokan ke rumahnya. Di rumahnya, RP membuat dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Reporter: Ferry

Editor: Herman

Related Articles

Latest Articles