Bullying di Ciputat, 13 Siswi SMP Diduga Dipaksa Minum Kopi Campur Cuka

Ilustrasi perundungan atau bullying. (Foto: Shutterstock/Mistar)
Tangsel, MISTAR.ID - Sebanyak 13 siswi sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi korban perundungan oleh seniornya. Para korban dipaksa meminum kopi yang dicampur cuka dan bahan lainnya. Akibat kejadian tersebut, tiga siswi dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengatakan perundungan tersebut diduga dilakukan melalui sebuah tantangan atau challenge yang diberikan kepada para junior.
Menurut informasi awal yang diterima kepolisian, korban yang gagal atau melakukan kesalahan dalam tantangan akan mendapat hukuman berupa meminum campuran kopi, cuka, dan bawang putih.
“Misalnya, junior diminta mengikuti tantangan. Kalau kalah atau salah, langsung disuruh minum campuran tersebut,” ujar Bambang, Sabtu (24/10/2026).
Selain dugaan pemaksaan tersebut, para korban juga diduga mengalami pemalakan. Pelaku disebut meminta sejumlah uang kepada para siswi dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000.
Bambang menyampaikan, dari 13 siswi yang diduga menjadi korban, tiga di antaranya dilaporkan dirawat di rumah sakit karena mengalami keluhan sakit perut.
Pihak kepolisian juga telah menerima informasi mengenai dugaan keterlibatan seorang siswi yang merupakan kakak kelas korban. “Yang saya tahu satu,” kata Bambang saat menjelaskan jumlah terduga pelaku yang diketahui sejauh ini.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, dugaan perundungan tersebut melibatkan siswi kelas tiga terhadap adik kelasnya. Polisi masih perlu mendalami lebih lanjut rangkaian kejadian dan dugaan pemalakan yang menyertai kasus tersebut.










































