Baca Juga :Â Karpet Merah Bagi Rokok Ilegal, Pekerja Tembakau Gelar Aksi di Kemenkes
Selain itu, terdapat pula larangan menjual rokok dalam jarak 200 meter dari tempat pendidikan, yang menurut Benny akan berdampak pada banyak warung. Tak hanya itu, terdapat pula larangan penjualan rokok eceran.
“Sebelum Covid-19, penjualan rokok mencapai 355 miliar batang. Namun setelah Covid, pada tahun 2023, penjualan turun menjadi 318 miliar batang,” tambahnya.
Benny menilai bahwa kebijakan-kebijakan tersebut, yang dimaksudkan untuk menurunkan prevalensi konsumsi rokok, khususnya di kalangan anak-anak di bawah umur, justru malah memicu maraknya peredaran rokok ilegal yang semakin merugikan industri resmi. (mtr/hm24)