Harga Minyak Dunia Melonjak 10 Persen

Ilustrasi minyak. (Foto: Shutterstock)
Jakarta, MISTAR.ID
Harga minyak dunia melonjak sekitar 10 persen di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah. Minyak mentah Brent bahkan menembus level US$ 80 per barel pada Minggu.
Para analis memperkirakan harga bisa terdorong hingga US$ 100 per barel setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Sebelumnya, pada Jumat harga minyak sempat naik ke US$ 73 per barel karena dipicu kekhawatiran akan potensi serangan AS ke Iran. Sehari berselang, serangan tersebut benar-benar terjadi.
Analis menilai lonjakan harga terutama dipicu langkah Iran menutup Selat Hormuz pascaserangan. Penutupan jalur vital ini berdampak besar karena sekitar 20 persen pasokan minyak global diangkut melalui perairan tersebut.
“Walaupun aksi militer itu turut mengerek harga minyak, faktor penentunya adalah ditutupnya Selat Hormuz,” ujar Ajay Parmar, Direktur Energi dan Penyulingan di ICIS, seperti dikutip dari Reuters, Senin (2/3/2026).
Sejumlah pemilik kapal tanker, perusahaan migas besar, serta perusahaan perdagangan dilaporkan menghentikan sementara pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair melalui Selat Hormuz. Iran juga telah memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintasi jalur tersebut.
Parmar memperkirakan harga minyak berpotensi melonjak hingga US$ 100 per barel jika penutupan berlangsung lama.
“Kami memproyeksikan harga bisa dibuka mendekati US$ 100 per barel, bahkan melampauinya, apabila gangguan di Selat terjadi secara berkepanjangan,” katanya.
Meski tersedia beberapa jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz, dampak penutupan tetap signifikan. Gangguan ini diperkirakan dapat menghilangkan pasokan minyak mentah sebesar 8–10 juta barel per hari akibat keterlambatan distribusi.
Sementara itu, ekonom energi dari Rystad Energy, Jorge Leon, menyebut sebagian pengiriman masih bisa dialihkan melalui pipa Timur-Barat Arab Saudi maupun jaringan pipa Abu Dhabi. (hm20)















