Regrouping Sekolah di Deli Serdang Dinilai Bebani Sekolah Induk, Dana BOS Tak Disesuaikan

Kantor Dinas Pendidikan Deli Serdang. (foto: Dokumentasi Mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID
Kebijakan regrouping sekolah yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Deli Serdang menuai sejumlah persoalan. Dalam pelaksanaannya, siswa dari sekolah yang diregrouping dialihkan ke sekolah induk, namun tidak diikuti dengan penyesuaian alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan penambahan jumlah peserta didik.
Informasi dihimpun, sekolah induk harus menampung tambahan siswa dari sekolah yang digabungkan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan sarana dan prasarana, beban operasional sekolah, serta pelayanan pembelajaran.
Namun demikian, dana BOS yang diterima sekolah induk masih mengacu pada data peserta didik lama, seolah tidak terjadi penambahan jumlah siswa.
Akibatnya, sekolah induk dinilai menanggung beban ganda. Selain harus mengelola jumlah siswa yang lebih banyak, pihak sekolah juga dituntut memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari dengan keterbatasan anggaran.
Sejumlah pihak menilai kebijakan regrouping seharusnya disertai dengan perencanaan anggaran yang matang, termasuk penyesuaian data pokok pendidikan (Dapodik) sebagai dasar penyaluran Dana BOS.
"Tanpa penyesuaian tersebut, tujuan regrouping untuk meningkatkan efektivitas dan mutu pendidikan dikhawatirkan tidak berjalan optimal," ujar sejumlah guru yang minta namanya dirahasiakan, Kamis (22/1/2026).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, Samsuar Sinaga, saat dikonfirmasi tidak merespon. Samsuar yang merupakan Sekretaris Dinas Pendidikan Deli Serdang itu, belakangan ini tidak lagi mau menjawab konfirmasi wartawan.
Sikap diam Samsuar diduga terkait akan adanya kepala dinas definitif pada Dinas Pendidikan.
PREVIOUS ARTICLE
Waspada Child Grooming, Kenali Ciri-Ciri dan Pencegahannya














