13.5 C
New York
Monday, April 15, 2024

Kapan Sebaiknya Mengajarkan Anak Berpuasa?

MISTAR.ID
Ramadhan tinggal menghitung hari. Sebagai ummat muslim, ibadah ini merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan bagi mereka yang sudah aqil baligh. Nah, bagaimana dengan anak-anak? Meskipun belum aqil baligh, mengajarkan anak berpuasa di bulan Ramadhan menjadi salah satu kewajiban orang tua.

Tidak sedikit orang tua yang merasa tidak tega melihat si kecil kehausan dan kelaparan saat berlatih puasa. Eit! hal itu harus dikesqampingkan jika tak ingin setelah besar ia justru sulit melakukannya.

Nah, kapan sebaiknya mengajarkan anak berpuasa. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian agar kondisi kesehatan si kecil tidak terganggu, tapi ibadah tetap jalan.

Baca juga:Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Al Jalaliyah Mulai Berpuasa Hari Ini

Puasa di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh hukumnya wajib bagi umat Islam. Untuk itu, mengajarkan dan membiasakan anak berpuasa juga harus dilakukan. Agar saat dewasa kelak, mereka mampu dan selalu ikhlas menjalankannya.

Lantas, kapan waktu yang tepat mengajarkan anak berpuasa?

Jika dilihat dari sisi medis, anak sebenarnya mulai diajarkan soal puasa sejak usia tiga tahun. Menukil laman EMC Healthcare, dokter spesialis anak di RS EMC Alam Sutera, Tangerang, Banten Andina Chrisnawati mengatakan, meski belum memahami konsep puasa, tapi orang tua bisa mengenalkan suasana puasa pada usia tersebut.

Misalnya saja, orang tua bisa mengenalkan anak dengan momen sahur, berbuka puasa, hingga salat tarawih.

“Pada usia balita, anak mampu menerima hal-hal yang bisa dirasakan secara nyata,” ujar Andina.

Namun, orang tua dianjurkan untuk tidak memaksa si kecil ikut bangun saat sahur. Alih-alih membangunkan, orang tua disarankan membiarkan prosesnya berlangsung secara alami.

Anak juga boleh mulai berpuasa di usia empat tahun. Tapi, anak tak perlu melakukan puasa satu hari penuh, melainkan cukup beberapa jam saja.

Pada usia tersebut, anak cukup dilatih dengan puasa selama 3-4 jam tanpa makan. Lebih lama tanpa makan dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sementara dari pandangan Islam, anak memang tidak diwajibkan untuk berpuasa. Sebab, mereka yang berpuasa Ramadhan adalah mereka yang sudah akil baligh.

Baca juga:Ini Enam Hal Agar Kulit Tetap Sehat Selama Berpuasa

Meski begitu, bukan berarti anak kecil tidak boleh berpuasa. Menukil NU Online, anjuran agar anak kecil berpuasa sama halnya dengan anjuran salat. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rasulullah SAW, sebagai berikut:

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

Artinya:
“Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan salat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukul-lah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.”

Para ulama seperti dikisahkan oleh Abdul Wahab As-Sya’rani menjelaskan:

واتفقوا على أن الصبي الذي لا يطيق الصوم والمجنون المطبق جنونه غير مخاطبين به لكن يؤمر به الصبي لسبع ويضرب عليه لعشر

Artinya:
“Ulama sepakat anak kecil yang tidak mampu puasa dan orang gila permanen tidak diwajibkan puasa. Tapi anak kecil diminta puasa bila berumur tujuh tahun dan dipukul bila tidak mau puasa ketika umur sepuluh tahun.”

Itulah penjelasan tentang kapan sebaiknya anak kecil mulai berpuasa di bulan Ramadhan. (cnn/hm06)

Related Articles

Latest Articles