5.8 C
New York
Tuesday, March 5, 2024

Antisipasi Ancaman Teror, PLN UP3 Siantar Gelar Simulasi Tanggap Darurat Obvitnas

Pematangsiantar, MISTAR.ID

PT PLN UP3 Pematangsiantar menggelar simulasi tanggap darurat Obvitnas (Objek vital nasional) dari ancaman bom dan teror di halaman PLN UP3 Pematangsiantar di Jalan Kapten MH Sitorus.

Dalam simulasi itu, PT PLN (Persero) UP3 Pematangsiantar menunjukkan kesiapan mengamankan Obvitnas Gas Insulated Switchgear (GIS) dan Area Control Center (ACC). Kesiapan ditunjukkan pada kegiatan simulasi tanggap darurat sistem manajemen pengamanan Obvitnas yang meliputi kegiatan penanggulangan tindak kriminal, ancaman bom, ancaman terorisme dan huru hara di kawasan PLN UP3 Pematangsiantar.

Manager PLN UP3 Pematangsiantar Joy Mart S Sihaloho melalui K3LH (kesehatan, keselamatan, kerja dan lingkungan hidup) Wahyuni Sinambela mengatakan, kegiatan simulasi ini dilakukan untuk mengatasi apabila terjadi bencana serta anti teror bom. Simulasi ini dilakukan sebagai ajang pelatihan yang bertujuan untuk menguji, mengevaluasi dan mengetahui serta memahami kondisi darurat.

Baca Juga:Kapolres Akan Usut Tuntas Teror Bom di Siantar, Ini Bukan Kali Pertama

“Ada beberapa simulasi dilaksanakan yakni latihan tanggap darurat gempa bumi, latihan evakuasi, tanggap darurat huru hara, tanggap darurat kriminal, teroris serta ancaman bom,” ujarnya, Jumat (17/9/21).

“Tindakan tersebut sejalan dengan PP No 77 tahun 2019 tentang pencegahan tindak pidana terorisme dan perlindungan terhadap penyidik, penuntut umum, hakim dan petugas permasyarakatan,” terang Wahyuni.

Dia menuturkan, PLN UP3 Pematangsiantar wajib mencegah timbulnya potensi darurat yang mungkin terjadi sehingga tindakan pengamanan yang disimulasikan secara rutin dilakukan setiap tahunnya.

Selain itu, sesuai peraturan kapolri No 24 tahun 2007 tentang sistem manajemen pengamanan organisasi perusahaan atau lembaga PLN, wajib mencegah timbulnya terjadi darurat. Dia mengatakan kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahunnya.

Baca Juga:Teror Bom Mobil Guncang Afghanistan, 3 Tewas

“Dalam simulasi, sekurity dilatih untuk mencegah teror yang mungkin akan terjadi serta menemukan benda-benda yang mencurigakan serta bagaimana dalam penanganannya. Acara simulasi dinilai sudah baik tetapi terus untuk ditingkatkan,” pungkasnya.

Wahyuni juga mengungkapkan, pada simulasi juga terjadi gelombang pengunjuk rasa dari perwakilan pengusaha dan kelompok masyarakat di depan kantor PLN. Serta ancaman dan gangguan keamanan Obvitnas GIS waru dan ACC, maka petugas satuan pengamanan sigap menangkap pelaku teror atau mencuri peralatan dan segera melaporkan kepada pejabat yang berwenang. Kemudian dilaporkan kepada polisi, untuk diteruskan pada tim anti teror Brimob Polda Sumut.

“Latihan ini memantapkan tata kerja dan SOP, serta membantu sistem pengamanan swakarsa serta membantu tugas kepolisian pada kawasan Obvitnas,” kata Wahyuni. (tetty/hm12)

Related Articles

Latest Articles