26.2 C
New York
Wednesday, July 10, 2024

Moettaqien Minta Kadis Kesehatan Jemput Bola Tangani TBC di Tebing Tinggi

Tebing Tinggi, MISTAR.ID

Penjabat (Pj) Wali Kota Tebing Tinggi Moettaqien Hasrimi meminta pemerintah untuk jemput bola dalam menangani kasus TBC, dalam artian adanya aksi nyata langsung dan segera.

“Harus ada aksi nyata dari kita untuk TBC. Ini langkah yang perlu kita laksanakan dan Ibu (Plt Kadis Kesehatan), perlu juga melaksanakan tes terus. Saya akan ikut bila nanti dilakukan screening (tes) di sekolah,” ujar Moettaqien saat memimpin rakor percepatan penurunan dan penanggulangan stunting, TBC dan kemiskinan ekstrem, Jumat (14/6/24).

Terkait permasalahan kemiskinan ekstrem di Tebing Tinggi, Moettaqien memberikan warning. Terlebih, Kota Tebing Tinggi di tahun 2023 menempati peringkat ke-12 tertinggi di Sumatera Utara dari 33 kabupaten/kota (berdasarkan data P3KE Menko PMK sebesar 1,29 persen).

“Ini warning juga bagi kita. Jadi Kadis Sosial, data ini (kemiskinan ekstrem) ini saya mau nanti pola bentuknya seperti apa, nanti bapak tolong finalkan. Saya yakin tidak semua kabupaten/kota membuat verval (verifikasi validasi) seperti ini dan ini akan kita tindaklanjuti,” pesannya.

Baca Juga : Pj Wali Kota Tebing Tinggi: Semoga Saya Dapat Menjalankan Tugas dengan Baik

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) dr Asni Hayessi mengatakan, kebijakan strategis percepatan penurunan stunting dapat dilakukan dengan melaksanakan delapan aksi konvergensi. Kemudian pembentukan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dan keluarga Berisiko Stunting. Selanjutnya membentuk tim pengelola gerakan BAAS dan keluarga berisiko stunting.

“Untuk prevalensi stunting di Kota Tebing Tinggi tahun 2021 sebesar 17,3 persen, tahun 2022 sebesar 19,6 persen sedangkan di tahun 2023 ini sebesar 10,4 persen. Memang mengalami penurunan 9,2 persen, tapi ini masih di bawah persentase Provinsi Sumatera Utara yakni sebesar 18,9 persen,” terangnya.

Plt Kadis Kesehatan dr Henny Sri Hartati menyampaikan jumlah kasus TBC HIV on ARV Kota Tebing Tinggi tahun 2021 sebanyak 6 kasus, 2022 sebanyak 6 kasus, tahun 2023 sebanyak 15 kasus dan 3 kasus di tahun 2024.

Terkait kemiskinan esktrem, Kadis Sosial Khairil Anwar menyatakan, berdasarkan data keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP) P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) dari Kemenko PMK, Kecamatan Bajenis sebanyak 2.363 KK (Kepala Keluarga), Kecamatan Padang Hilir sebanyak 2.591 KK, Kecamatan Padang Hulu 2.681 KK, Kecamatan Rambutan 3.062 KK dan Kecamatan Tebing Tinggi Kota sebanyak 1.597 KK, dengan total keseluruhan sebanyak 12.294 KK. (nazli/hm24)

Syahrial Siregar
Syahrial Siregar
Alumni STIK-P Medan. Menjadi jurnalis sejak 2008 dan sekarang redaktur untuk portal mistar.id

Related Articles

Latest Articles