29.7 C
New York
Monday, July 8, 2024

HLHD, Cafe Eden 100 Ajak Pengunjung yang Ultah Lepas Ikan dan Burung

Toba, MISTAR ID

Cafe Eden 100 ( Kafe Sungai ) yang berada di Desa Lumban Rang, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, merayakan Hari Lingkungan Hidup Dunia (HLHD) dengan unik, yaitu merayakan setiap bulan Juni dengan wisatawannya.

Setiap pengunjung diajak untuk selalu peduli terhadap lingkungan sehingga wisata alam Kawasan Danau Toba khususnya di Kecamatan Lumbanjulu,  tetap asri dan selalu terjaga sehingga semakin digemari wisatawan.

Adapun acara HLHD dilakukan Cafe Eden 100 berupa pameran produk UMKM, perayaan ulang tahun massal yang lahir di bulan Juni dengan mempersilahkan setiap pengunjung yang berulang tahun melepaskan burung dan melepaskan ikan ke sungai serta memberikan hadiah sebatang pohon bagi yang berulang tahun, Senin (17/6/24).

Baca juga: Nikmati Kuliner Khas Batak dan Sensasi Jadi Petani Stroberi di Kecamatan Lumbanjulu

Marandus Sirait sebagai pengelola cafe mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk membuat konten – konten bernuansa lingkungan hidup. Artinya mengajak masyarakat dan pelancong untuk memviralkan ulang tahun bernuansa lingkungan hidup untuk mencintai lingkungan yang berada disekitar kita untuk menjaga alam khususnya hutan rumah bagi hewan.

“Bisa lah moment ulang tahun dilakukan tidak sekedar memotong kue namun dibarengi pelepasan burung ke alam liar dan pelepasan ikan ke sungai sebagai landasan kecintaan terhadap suaka marga satwa dan tentunya cinta hewan jangan lupa tanam pohon untuk tempat tinggalnya serta pohon untuk ketersediaan air,” ujar Marandus.

Melalui kegiatan ini, kata Marandus, kedepannya akan memberikan nuansa baru bagi setiap orang di saat merayakan ulangtahun, baik ulang tahun pernikahan maupun ulang tahun apapun itu selalu dikaitkan dengan lingkungan hidup karena kawasan Danau Toba sangat erat ketergantungannya dengan lingkungan khususnya hutan serta kebersihan dari sampah.

Baca juga: Peraih Kalpataru Ajak Warga Toba Ambil Nilai Positif dari Kritik Soal Kebersihan

“Jika kita sudah melepas ikan di sungai tentunya sungai akan dijaga kebersihannya dari sampah. Penting diingat sungai ini merupakan hulu sumber air Danau Toba, apabila berbagai sampai dibuang ke sungai maka Danau Toba akan menjadi lumbung sampah dan untuk ketersediaan airnya harus menanam pohon bukan menebang pohon, selain pohon rumahnya burung,” pungkasnya.

Untuk itu Marandus berharap kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Toba harus lebih serius memberikan edukasi maupun bertindak untuk lingkungan hidup untuk keberlangsungan suaka margasatwa juga terkait sampah yang semakin tidak terkendali dibuang sembarangan.

“Pemerintah seharusnya melakukan kegiatan positif tentang lingkungan hidup untuk memotivasi generasi muda agar lebih mencinta kegiatan yang berbasis lingkungan untuk keberlangsungan ekosistem alam di kawasan Danau Toba, secara khusus Kabupaten Toba,” ujar Marandus.

Baca juga: Lomba Literasi di Taput Dibatalkan, Begini Penjelasan Yayasan Bisukma

Marandus menyampaikan, meskipun yang dilakukan ini sangat kecil, sebab keterbatasan dan kondisi finansial yang minim sehingga tidak mampu membuat acara besar dengan mengundang orang banyak, terlebih artis agar pesan ini cepat tersampaikan. Tetapi melalui kegiatan kecil dan konten yang dibuat pengunjung lambat laun akan diketahui banyak orang.

Sangat disayangkan label yang diberikan, Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) akan tetapi hutannya sudah rusak parah. Sangat bertolak belakang program pusat DPSP dengan penjagaan hutannya tidak super prioritas melainkan main – main atau tidak serius.

“Kementerian Kehutanan seharusnya turun ke lapangan untuk melihat kerusakan hutan, khususnya hutan pinus dimana Dinas Kehutanan setempat tidak serius mengawasi penderesan pohon pinus dengan mengikuti standar yang berlaku dan pembalakan kayu yang marak bebas dari pengawasan,” tandasnya. (nimrot/hm17)

Related Articles

Latest Articles