5.1 C
New York
Saturday, March 2, 2024

Proyek Pengaspalan Jalan di Desa Kalang Simbara Dairi Diprotes Warga

Sidikalang, MISTAR.ID

Sejumlah warga Desa Kalang Simbara, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, melakukan protes pengerjaan proyek pengaspalan jalan di desa tersebut, Kamis (21/9/23) pagi.

Warga Dusun V Ujung Baho, Desa Kalang Simbara, meminta agar pengerjaan proyek tersebut dihentikan sementara karena terkesan amburadul dan asal jadi.

Salah seorang warga, Ober Siahaan, mengatakan sebelumnya mereka sudah mempertanyakan sumber dana proyek itu karena tidak ada plang proyek di lokasi.

Selain itu, lanjut Ober, saat pengerjaan berlangsung, tidak ada terlihat pengawasan dari pihak terkait.

Baca Juga: Median Jalan yang Rusak di Tebing Tinggi Diperbaiki di 2 Titik

“Kami kurang terima proses pekerjaan seperti ini. Papan proyek tidak ada, pengawasan tidak ada, berari ini proyek siluman,” sebutnya.

Pekerjaan pengaspalan secara zigzag juga menjadi bahan protes warga, karena semacam tambal sulam.

“Di mana pada pekerjaannya, ada jalan yang masih layak dilalui, malah itu yang diaspal kembali. Sementara jalan berlubang di jalur yang sama dilewati. Itu kan aneh,” katan Ober diamini rekannya.

Ober Siahaan menambahkan, banyak warga setempat merasa keberatan dengan pengerjaan proyek itu. Mereka pun rencanakan mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Dairi, karena mereka menilai pekerjaan tersebut terkesan mubazir dan amburadul.

Sambil menunjukan pengaspalan yang sebahagian sudah selesai dikerjakan, warga menyesalkan beberapa badan jalan baru diaspal sudah ada yang rusak.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Dairi, Masaraya Berutu ketika ditemui Mistar di ruang kerjanya, membenarkan kegiatan tersebut dari PUTR.

Baca Juga: Tak Bayar Tagihan 11 Bulan, Air Bersih ke Kantor DPC LVRI dan PPM Dairi Diputus

“Nama kegiatan Pemeliharaan Periodik Jalan Jurusan Ujung Baho – Kalang Simbara, Link. 375, Kecamatan Sidikalang dengan pelaksana CV Tama dan nilai kontrak Rp179.478.000. Soal volume kita coba tanya nanti yang membidangi,” ucapnya

Soal papan proyek, lanjut Berutu, sesuai pengakuan pelaksana ada dua unit dipasang di lokasi, namun hilang.

“Informasi proyek sudah dipasang oleh rekanan sebelumnya, dan terkait penanganan titik yang dikerjakan merupakan penanganan efektif yang rusak berat,” kata Berutu.

“Menyangkut protes warga terhadap metode pekerjaan, memang kegiatan pemeliharan secara zigzag. Nanti kita akan segera memerintahkan Kepala Bidang Bina Marga turun ke lapangan,” tandasnya. (Manru/hm22)

Related Articles

Latest Articles