13.5 C
New York
Monday, April 15, 2024

Politik Praktis, Kepala SMAN 1 Sinehi Dairi Dilaporkan ke Disdik dan Inspektorat Sumut

Dairi, MISTAR.ID

Oknum Kepala SMAN 1 Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi berinisial HYS yang diduga terlibat politik praktis dengan mengenakan baju partai politik segera dilaporkan ke Disdik dan Inspektorat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Hal itu berdasarkan klarifikasi atas sesuai surat resmi dengan nomor 421.3/0311/IV-2/11/2024.

“Yang bersangkutan semalam sudah menghadap. Klarifikasi yang kita lakukan sesuai kronologis yang diterangkan HYS, hasilnya segera kita laporkan ke Disdik dan Inspektorat untuk ditindaklanjuti. Kronologisnya diduga melanggar undang-undang ASN. Untuk sanksinya, itu wewenang Disdik dan Indpektorat. Tapi prosesnya sedang berjalan,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Disdik Sumut Salman, Selasa (5/3/24).

Sebelumnya diberitakan sejumlah media online dan media cetak, terbitan Sumatera Utara, seorang kepala sekolah sedang memakai baju PDIP, viral di media sosial seperti di grup WhatSapp. Hal itu dibenarkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Provinsi Sumatera Utara, Salman. Ia pun mengaku kaget setelah mengetahui tindakan PNS tersebut.

“Bah..! Berani dan garang sekali ya!! ” kata Salman ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (28/2/24).

Baca Juga : Diduga Terlibat Politik Praktis, Kepala SMAN 1 Sinehi Dairi Disuruh Menghadap Kacabdis

Salman mengatakan, oknum yang memakai baju parpol itu menjabat sebagai Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi.

“Yang bersangkutan akan segera kita panggil menghadap ke kantor. Akan kita pelajari dan panggil untuk klarifikasi dalam waktu dekat ” ujar Salman.

Sebelumnya juga diberitakan, Kacabdis Provinsi Sumut, Salman memberikan surat peringatan kepada Kepala SMAN 1 Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, Rabu (28/2/24).
Ia menyebutkan, bersama tim dia telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN tersebut. Namun yang bersangkutan tidak masuk kerja.

“Memang sudah banyak saya menerima laporan, bahwa kepala sekolah tersebut jarang masuk kerja. Dia disinyalir sering melakukan kegiatan dan aktivitas di luar sekolah. Saat saya tanya kenapa jarang masuk kerja, dia membantahnya,” jelas Salman.

Baca Juga : Disdik Sumut Panggil Kasi SMA dan Diksus SMAN 1 Terkait Pemberitaan Kontroversial

Alasan lain yang diterima Salman adalah, Kepala SMAN 1 Siempat Nempu Hilir mengaku rumahnya jauh dari lokasi sekolah, sehingga sering terlambat.

“Jadi, bukan sering tidak masuk, katanya sering terlambat saja. Jadi, sudah diberikan surat peringatan,” tambah Salman. (manru/hm24)

Related Articles

Latest Articles