16.9 C
New York
Monday, June 10, 2024

Kasat Lantas Polres Pakpak Bharat Bantah Anggotanya Pungli Sopir Truk

Dairi, MISTAR.ID

Kasat Lantas Polres Pakpak Bharat Iptu Aswin Irwan memberikan klarfikasi terkait keresahan sopir truk jurusan Aceh -Medan dengan pungutan liar (pungli) di sepanjang jalan lintas Sumatera Utara, kawasan Pakpak Bharat, Senin (10/6/24).

Aswin mengatakan, pernyataan para supir tersebut karena adanya miskomunikasi di lapangan yang dilakukan anggota. Dia juga membantah anggotanya melakukan pungli, hanya kesalapahaman saja.

Untuk diketahui, Satlantas Polres Pakpak Bharat yang bertugas di sepanjang jalan lintas selalu menindak truk bermuatan over load (over tonase). Hal ini merupakan tindaklanjut arahan Kapolda Sumut untuk antisipasi kesalamatan berkendara seiring maraknya kecelakaan truk akibat muatan over tonase.

Selain itu, jalan lintas Pakpak Bharat sampai pebatasan Aceh terdapat banyak tanjakan, tikungan, turunan tajam, dan jurang. Untuk itu, Polantas kerap berpatroli untuk sosialisasi dan memberikan imbauan kepada sopir.

“Sudah banyak kejadian. Jadi hal inilah yang menjadi objek sasaran para anggota yang bertugas di lapangan,” ucap Aswin.

Baca Juga : Supir Truk Aceh-Medan Resah, Pungli Marak di Jalinsum Pakpak Bharat

Sebelumnya, para supir truk jurusan Aceh-Medan resah dengan pungli di sepanjang jalan lintas sumatera Utara, kawasan Pakpak Bharat. Rendy, salah seorang supir warga Kabupaten Nagan Raya Ace bersama supir lainnya mengaku sangat resah karena mereka sering dijadikan objek pungli petugas.

Rendy mengatakan, kala itu dirinya berangkat dari Medan tujuan Aceh melewati Jalan Lintas Sumatera Tanah Karo, Dairi, Pakpak Bharat.

Sekitar pukul 01.30 WIB, tepatnya Jalinsum Sukaramai – Sibande Tanjung Meriah Kabupaten Pakpak Bharat, mereka diberhentikan polisi dan ditanyai soal surat-surat dan soal muatan. Kemudian truk yang dikemudikan Rendy dituduh kelebihan muatan, gayor dan melanggar undang-undang.

Menurutnya, supaya mereka bisa melanjutkan perjalanan menuju Aceh, supir diminta bayar Rp500 ribu hingga terakhir dibayar Rp250 ribu. (manru/hm24)

Related Articles

Latest Articles